Kinerja INDY Melonjak di Semester I 2026 dan Buka Anak Usaha Baru

Share

PT Indika Energy Tbk (INDY) membukukan lonjakan laba bersih signifikan sepanjang semester I/2026 sekaligus memperluas struktur usahanya melalui pembentukan entitas anak baru di sektor logistik dan perdagangan pada Jumat (14/8/2026).

Performa keuangan emiten energi ini mencatatkan kenaikan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga 354,91 persen secara tahunan. Nilai bersih tersebut melesat menjadi US$10,19 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$2,24 juta.

Kenaikan laba didorong oleh peningkatan pendapatan perseroan sebesar 19,87 persen mencapai US$1,14 miliar atau sekitar Rp20,47 triliun. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan pencapaian semester I/2025 yang tercatat sebesar US$956,81 juta.

Meski beban pokok penjualan dan kontrak mengalami kenaikan 17,18 persen menjadi US$965,75 juta, INDY tetap mengamankan kenaikan laba kotor sebesar 36,51 persen menjadi US$181,18 juta. Total aset perseroan turut tumbuh 10,05 persen menjadi US$3,22 miliar, dengan ekuitas mencapai US$1,34 miliar dan liabilitas US$1,87 miliar.

Di tengah penguatan kinerja keuangan, perseroan memperluas struktur bisnis dengan mendirikan entitas baru bernama PT Tujuh Raya Dewi (TRADE) dan PT Tujuh Rasa Daya melalui anak usahanya, PT Indika Logistic & Support Services (ILSS) serta PT Interport Mandiri Utama (IMU).

ILSS memegang kepemilikan saham sebesar 51 persen, sementara IMU menguasai porsi sisa 49 persen. Kedua entitas pendiri tersebut merupakan anak perusahaan yang kepemilikan sahamnya dimiliki lebih dari 99 persen oleh INDY.

Langkah ekspansi usaha ini dijelaskan oleh manajemen perseroan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan serta penataan portofolio dalam jangka panjang.

"Dengan pembentukan anak perusahaan ini, Perseroan akan memiliki anak usaha baru yang laporan keuangannya akan terkonsolidasi," tulis Adi Pramono, Sekretaris Perusahaan INDY.

Entitas baru tersebut bakal mengoperasikan unit usaha di bidang konsultasi manajemen, perdagangan besar atas dasar balas jasa atau kontrak, angkutan multimoda, angkutan barang bermotor, hingga pelayanan kepelabuhanan laut.

"Kedua anak usaha tersebut dimiliki 51% oleh ILSS dan 49% oleh IMU," jelas Stockbit Sekuritas dalam catatannya mengutip keterbukaan informasi Indika Energy.

Lembaga analis tersebut juga memetakan potensi operasional awal bagi dua perusahaan baru hasil ekspansi perseroan.

“Stockbit Sekuritas menyebutkan bahwa kedua entitas akan bergerak di bidang konsultasi manajemen, perdagangan besar atas dasar balas jasa atau kontrak, angkutan multimoda dan angkutan barang bermotor, serta pelayanan kepelabuhanan laut,” kata analis Stockbit Sekuritas.

Meskipun demikian, perseroan belum merilis secara rinci mengenai nilai investasi awal maupun skema pengoperasian tingkat lanjut untuk kedua unit usaha tersebut.

“INDY belum merinci rencana bisnis spesifik maupun rencana investasi lanjutan untuk kedua entitas tersebut,” pungkas Stockbit.

Di pasar modal, harga saham INDY mencatatkan kenaikan 2,40 persen ke level Rp2.560 per lembar pada perdagangan Jumat afternoon. Perdagangan mencatat frekuensi transaksi sebanyak 4.096 kali dengan nilai transaksi Rp33,84 miliar dan rasio price to book value (PBV) berada di posisi 0,62 kali.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: indika energy INDY saham
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author