Khairul Aming Raup Rp8,7 Miliar dari Penjualan Sambal dalam 2 Menit
Pengusaha kuliner sekaligus influencer asal Malaysia, Khairul Aming, mencatatkan rekor penjualan produk terbarunya. Penjualan tersebut membukukan angka fantastis hanya dalam durasi beberapa menit.
Seperti dilansir dari Detik Food, Khairul Aming meraup pendapatan sebesar RM 2 juta atau setara Rp8,7 miliar. Hasil tersebut diperoleh dari transaksi 150 ribu botol Sambal Nyet Bilis dalam waktu 1 menit 54 detik.
Sesi transaksi berlangsung secara langsung melalui fitur livestream di platform TikTok dari Menara Maybank. Penjualan perdana tersebut disaksikan secara bersamaan oleh lebih dari 370.000 penonton.
Capaian kali ini melampaui rekor penjualan produk sebelumnya yang dicetak pada 2024. Kala itu, ia mengantongi RM 1,2 juta dalam tempo 3 menit 28 detik.
Cita rasa gurih dari Sambal Nyet Bilis berasal dari penggunaan bahan utama berupa ikan bilis segar pilihan asal Setiu, Terengganu. Proses pengembangannya memakan waktu hingga 6 bulan dengan melibatkan kolaborasi bersama nelayan lokal.
Khairul Aming mengawali kiprahnya di industri kuliner secara daring pada 2021 lewat olahan Sambal Nyet. Produk sambal bawang kemasan stoples kaca tersebut awalnya dijual seharga RM 13 atau sekitar Rp46.000 per botol.
Bisnisnya kemudian berekspansi ke produk Dendeng Nyet Berapi serta pembukaan unit usaha fisik Restoran Rembayung di Kampung Baru, Kuala Lumpur. Usaha kuliner tersebut terus menarik minat masyarakat luas hingga timbul antrean panjang.
Peluncuran Sambal Nyet Bilis menjadi momen penting karena menuntutnya keluar dari zona nyaman. Langkah ini menghadirkan tantangan tersendiri mengingat popularitas produk pertamanya telah membentuk ekspektasi tinggi di masyarakat.
Ia menyadari konsumen menginginkan inovasi baru setelah enam tahun tanpa peluncuran varian anyar. Angka penjualan awal yang tinggi menunjukkan penerimaan pasar yang sangat baik terhadap produk tersebut.
Meski begitu, ia menilai performa bisnis yang sebenarnya ditentukan oleh respons konsumen setelah mengonsumsinya secara langsung.
"Mungkin sudah terjual habis, tetapi respons masih akan datang. Jadi, kita harus siap," kata Khairul Aming.