Kevin Warsh Hadapi Tiga Alasan Tahan Suku Bunga Fed

Share

Ketua Federal Reserve Kevin Warsh diperkirakan akan menahan suku bunga acuan pada pertemuan Komite Pasar Bebas Federal (FOMC) pekan ini. Keputusan ini diambil untuk menghindari risiko gangguan pada gugus tugas reformasi inflasi dan mengatasi dinamika politik internal.

Langkah menahan suku bunga acuan tecermin dari pandangan Warsh terkait lonjakan harga energi akibat konflik Iran serta kenaikan biaya sektor kecerdasan buatan (AI) yang dinilai bersifat sementara. Pasar yang dipantau CME FedWatch mencatat peluang kenaikan suku bunga sebesar 40 persen di tengah ketidakpastian sikap para anggota komite.

Saat memberikan kesaksian di hadapan Senat pada 15 Juli 2026, Warsh menyampaikan pandangannya terkait lonjakan harga yang terjadi di pasar.

"Guncangan harga tertentu terjadi pada harga-harga tertentu yang tidak dapat kita kendalikan," kata Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh.

Ia menuturkan bahwa perubahan harga tunggal tidak secara otomatis mencerminkan tren inflasi yang berkepanjangan.

"Melihat perubahan harga satu kali tidak selalu dianggap sebagai inflasi, karena saya pikir ada respons penawaran dengan cara itu," ujar Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh.

Selain masalah indikator ekonomi, Warsh juga harus menghadapi dinamika politik eksternal terkait hubungan antara lembaga independen tersebut dan pemerintah. Presiden Donald Trump secara terbuka menyampaikan pandangannya terkait tingkat suku bunga dan komposisi dewan kepemimpinan sentral.

"Anda memerlukan persetujuan dari beberapa orang yang mungkin memiliki niat buruk," kata Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Pertemuan FOMC pekan ini menjadi penentu arah kebijakan moneter AS di bawah kepemimpinan Warsh, sekaligus menguji konsolidasi internal jajaran gubernur Federal Reserve.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author