Ketegangan AS-Iran Tekan Harga Bitcoin ke Level Terendah
Harga Bitcoin mengalami penurunan tajam hingga di bawah level 77.000 dolar AS pada Senin, 18 Mei 2026, akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu aksi jual massal pada aset berisiko.
Pelemahan ini membawa mata uang kripto utama tersebut ke level 76.551 dolar AS, yang menjadi titik terendah sejak 1 Mei 2026, sebelum akhirnya mengalami pemulihan tipis ke kisaran 76.800 dolar AS.
Dilansir dari Bloomberg, eskalasi konflik di Timur Tengah memicu kepanikan pasar hingga menyebabkan likuidasi posisi bullish senilai hampir 500 juta dolar AS hanya dalam waktu 15 menit pada awal perdagangan sesi Asia.
Data dari Coinglass menunjukkan total posisi long yang ditutup paksa mencapai sekitar 590 juta dolar AS dalam kurun waktu 24 jam terakhir menjelang pembukaan sesi Eropa.
Tekanan pasar diperparah oleh arus keluar dari ETF Bitcoin spot di AS yang menembus lebih dari 1 miliar dolar AS pada pekan lalu, mengakhiri tren masuk selama enam minggu berturut-turut.
Analis BTC Markets, Rachael Lucas menilai pergerakan instrumen digital ini sangat dipengaruhi oleh dinamika makroekonomi global yang sedang bergejolak.
"Penurunan harga bitcoin adalah cerita makro," kata Rachael Lucas, Analis BTC Markets.
Lucas menambahkan bahwa sentimen terhadap risiko telah bergeser secara signifikan di kalangan pelaku pasar.
"Selera risiko telah berubah, dan bitcoin bergerak seiring dengan itu," ujar Rachael Lucas, Analis BTC Markets.
Menurut Lucas, penembusan level support penting di kisaran 77.800 dolar AS membuat tekanan jual semakin intensif, dengan area batas aman berikutnya berada pada rentang 76.000 hingga 76.800 dolar AS.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras melalui media sosial terkait negosiasi nuklir dan sanksi ekonomi yang masih menemui jalan buntu dengan pihak Teheran.
"jam terus berdetak," kata Donald Trump, Presiden AS.
Trump juga menegaskan konsekuensi berat bagi Iran jika proses kesepakatan damai tidak segera tercapai secara cepat.
"tidak akan ada yang tersisa dari mereka," kata Donald Trump, Presiden AS.
Kondisi politik yang memanas ini turut berdampak pada pasar global, ditandai dengan lonjakan harga minyak mentah dan imbal hasil obligasi, sementara bursa saham di Asia bergerak melemah.
Kepala Perdagangan Derivatif Asia-Pasifik FalconX, Sean McNulty menyatakan bahwa kemerosotan ini dipicu oleh mekanisme pasar yang agresif di tengah minimnya katalis positif.
"Penurunan tajam bitcoin dipicu aksi stop run di tengah minimnya sentimen positif makroekonomi," kata Sean McNulty, Kepala Perdagangan Derivatif Asia-Pasifik FalconX.
McNulty menjelaskan bahwa kondisi tersebut kian tertekan akibat aktivitas proteksi aset yang telah berlangsung sejak pekan sebelumnya.
"Kelemahan tersebut diperparah oleh aksi lindung nilai terhadap penurunan harga yang masih berlanjut dari minggu lalu," kata Sean McNulty, Kepala Perdagangan Derivatif Asia-Pasifik FalconX.
Analis kripto Michael Van De Poppe membagikan pandangannya mengenai situasi teknikal terkini melalui platform media sosial X.
"Bitcoin drops to the crucial level as yields rally everywhere. This is the area I'd prefer to see held for support to prevent a market-wide crash. If Bitcoin drops towards the lows, how deep are we going to be fishing for those altcoin valuations? Other than that: – Oil…" kata Michaël van de Poppe, Analis Kripto.
Berdasarkan data dari pintu.co.id pada 19 Mei 2026, Bitcoin diperdagangkan pada level Rp1.358.256.101 dengan kapitalisasi pasar berkisar di angka Rp27.171 triliun.
Penurunan harga tidak hanya melanda Bitcoin, tetapi juga menyeret aset digital lain seperti Ether yang melemah ke level 2.113 dolar AS serta menekan volume aktivitas investor ritel ke posisi terendah harian.