Litbang Kompas Catat Kepercayaan Publik terhadap Polri Naik Jadi 82 Persen
Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai angka 82,4 persen berdasarkan hasil jajak pendapat terbaru yang dirilis oleh Litbang Kompas.
Data yang dilansir dari Detikcom menunjukkan adanya pertumbuhan positif dibandingkan dengan capaian tahun 2025 lalu, di mana angka kepercayaan publik terhadap korps Bhayangkara tersebut berada di posisi 76,2 persen.
Survei berkala ini diselenggarakan dalam rentang waktu 9 hingga 18 April 2026 dan baru dipublikasikan pada Jumat (26/6/2026) melalui metode wawancara tatap muka kepada 1.200 responden di 38 provinsi.
Penelitian menggunakan sistem pencuplikan sistematis bertingkat dengan batas kesalahan (margin of error) sebesar 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, di mana responden diminta menilai keyakinan mereka terhadap kinerja masa depan kepolisian.
Menanggapi laporan tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Dede Indra Permana Soediro, menyampaikan pandangan bahwa hasil ini menjadi penanda kuat bahwa masyarakat kini memandang kepolisian sebagai lembaga yang semakin dekat dengan publik.
Apresiasi atas pencapaian kinerja tersebut disampaikan langsung oleh pimpinan legislatif dari Fraksi PDI Perjuangan ini, sembari mengingatkan jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan pembuktian kerja di lapangan.
"Kami Pimpinan Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan DPR RI tentu mengapresiasi capaian ini. Saya menyampaikan penghargaan kepada Bapak Kapolri, Bapak Wakapolri, serta seluruh jajaran kepolisian di pusat maupun daerah yang terus bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan melayani masyarakat," ujar Dede Indra Permana Soediro, Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Ia menambahkan bahwa dukungan dan pujian yang diberikan parlemen tidak akan melemahkan komitmen pengawasan kedewanan, karena DPR tetap berkomitmen mendorong lahirnya aparat yang humanis.
"Polri harus terus hadir sebagai pengayom masyarakat. Bukan hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga mampu memberi rasa aman, dekat dengan rakyat, mendengar aspirasi, dan melayani semua kalangan secara humanis serta profesional," tegas Dede Indra Permana Soediro, Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Dede juga memaparkan bahwa tingginya modal sosial berupa kepercayaan publik ini harus dikonversi menjadi energi untuk mengawal stabilitas ekonomi, iklim investasi, hingga dinamika sosial politik nasional.
"Peran Polri sangat luas. Dari menjaga keamanan masyarakat, mendukung iklim investasi dan percepatan ekonomi, mengawal dinamika sosial politik, sampai memastikan penegakan hukum berjalan dengan adil. Semua itu harus dilakukan dengan independensi dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat," kata Dede Indra Permana Soediro, Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Dalam kesempatan yang sama, legislator tersebut mengulas lembaran sejarah masa lalu mengenai kedekatan antara partainya dengan institusi kepolisian, termasuk aksi penyelamatan fisik terhadap Presiden Sukarno.
"Kita tidak boleh melupakan sejarah. Ada masa ketika kepolisian hadir menjaga Bung Karno dalam situasi yang tidak mudah. Pada kejadian Sholat Idul Adha 14 Mei 1962, Anggota Kepolisian secara heroik menyelamatkan Bung Karno dari percobaan pembunuhan. Hal ini menjadi catatan sejarah bagian dari pengabdian aparat kepolisian kepada negara dan rakyat," ujar Dede Indra Permana Soediro, Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Menurutnya, jalinan historis tersebut membuktikan bahwa relasi yang terbangun antara PDI Perjuangan dan kepolisian melampaui hubungan formal antarlembaga demi menjaga keberlanjutan cita-cita republik.
"PDI Perjuangan dan Polri memiliki titik temu dalam sejarah pengabdian kepada bangsa. Dari Bung Karno hingga generasi Ibu Puan Maharani, kita melihat bahwa tugas kepolisian selalu berada dalam garis besar menjaga negara, menjaga rakyat, dan menjaga keberlanjutan cita-cita kebangsaan," ujarnya Dede Indra Permana Soediro, Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Pada bagian akhir keterangannya, ia menitipkan harapan besar agar seluruh anggota kepolisian di Indonesia dapat mempertahankan ruang kedekatan emosional dan pelayanan terbaik bersama rakyat.
"Kepercayaan rakyat adalah modal yang sangat besar. Karena itu, Polri harus terus menjaga kedekatan dengan masyarakat. Polri yang kuat adalah Polri yang dipercaya rakyat, dicintai rakyat, dan benar-benar hadir sebagai pengayom masyarakat," pungkas Dede Indra Permana Soediro, Wakil Ketua Komisi III DPR RI.