Kementerian ESDM Alokasikan Subsidi Energi Rp 272 Triliun pada 2027

Share

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengalokasikan anggaran subsidi energi sebesar Rp 272,9 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2027 pada Jumat, 21 Agustus 2026 di Jakarta. Nilai ini melonjak 20,1 persen dibandingkan proyeksi 2026 sebesar Rp 227,25 triliun, seperti dilansir dari Detik Finance.

Kenaikan dana bantuan tersebut didorong oleh penyesuaian asumsi harga minyak mentah dunia serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Alokasi ini mencakup kebutuhan masyarakat terhadap BBM, listrik, dan tabung gas melon.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika, memberikan rincian mengenai faktor eksternal yang memengaruhi perhitungan besaran dana tersebut.

"Juga nilai tukarnya juga mempengaruhi karena asumsi nilai tukarnya juga mempengaruhi itu semua kan," ujar Erani saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Erani menegaskan bahwa nilai pagu indikatif ini belum sepenuhnya final. Pihaknya masih harus melakukan serangkaian pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga bersama DPR RI.

"Jadi nanti kalau sudah betul-betul diketok pada bulan September atau Oktober kita bisa ini ya. Kan kalau soal subsidi itu kan tergantung dari kuotanya nanti, tergantung dengan harga minyak internasional, ICP-nya, ada beberapa variabel lain yang itu bisa mempengaruhi besar kecilnya atau bertambah berkurangnya subsidi," ungkap Erani.

Berdasarkan Buku II Nota Keuangan RAPBN 2027, subsidi energi sebesar Rp 272,9 triliun terbagi atas subsidi BBM Rp 28,7 triliun, LPG 3 kg Rp 114,1 triliun, dan subsidi listrik Rp 130,1 triliun.

"Pada RAPBN tahun anggaran 2027, subsidi energi direncanakan sebesar Rp 272.945,3 miliar (Rp 272,9 triliun) atau meningkat sebesar 20,1% apabila dibandingkan dengan outlook tahun 2026 sebesar Rp 227.258,1 miliar (Rp 227,25 triliun)," tulis dokumen Buku II Nota Keuangan beserta RAPBN 2027, dikutip Selasa (18/8/2026).

Perhitungan subsidi BBM dan LPG 3 kg dipatok dengan subsidi tetap minyak solar Rp 1.000 per liter. Volume yang disiapkan mencakup solar 19,55 juta kiloliter, minyak tanah 539 ribu kiloliter, dan LPG 3 kg sebesar 8.945 juta kilogram.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author