Kementan Jamin Pasokan Bawang Merah Aman Menjelang Iduladha 2026

Share

Kementerian Pertanian Republik Indonesia menjamin kelancaran pasokan dan ketersediaan komoditas bawang merah secara nasional tetap terkendali menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 pada Kamis (21/05/2026).

Langkah antisipasi tersebut dilakukan melalui pemantauan intensif di sejumlah wilayah sentra produksi utama guna menghadapi tantangan cuaca ekstrem, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan RI Muhammad Taufiq Ratule menjelaskan bahwa kapasitas produksi bawang merah di dalam negeri saat ini masih berada dalam posisi yang sangat mencukupi.

“Produksi bawang merah nasional masih mencukupi, bahkan Indonesia juga terus melakukan ekspor. Menghadapi Iduladha, kami memperkuat sinergi bersama champion bawang merah, pemerintah daerah, asosiasi, serta kementerian dan lembaga terkait untuk menjaga stabilitas pasokan dan distribusi,” kata Ratule dalam keterangan tertulis.

Rata-rata hasil panen tahunan mampu mencapai 2 juta ton konde basah atau setara 1,3 juta ton rogol kering panen, sedangkan kebutuhan konsumsi hanya sekitar 1,26 juta ton.

Kendala produktivitas akibat serangan ulat grayak dan moler sempat terjadi di beberapa daerah akibat cuaca ekstrem sepanjang musim tanam Maret sampai Mei 2026.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Kementan RI Muhammad Agung Sunusi menegaskan alur pengiriman dari daerah produsen utama menuju wilayah konsumen sejauh ini tidak mengalami hambatan.

“Kami terus berkoordinasi dengan dinas pertanian, petani champion, pelaku usaha, dan berbagai pihak terkait agar pasokan tetap aman. Produksi diperkirakan meningkat pada Juni 2026 seiring masuknya masa panen di sejumlah sentra utama,” ujar Agung.

Petani champion asal Enrekang, Kasmidi, mengonfirmasi bahwa aktivitas panen di Sulawesi Selatan masih berjalan konstan sekaligus menjaga rutinitas pengiriman pasokan ke wilayah Kalimantan sebanyak tiga kali seminggu.

Sementara itu, amatan serupa disampaikan oleh petani champion Solok, Amri Ismail, yang memproeksikan momentum puncak panen raya di wilayah Sumatera Barat akan terjadi pada pertengahan Juni mendatang.

Ketua Umum Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Dian Alex Chandra, mengonfirmasi ketersediaan simpanan stok bawang merah di tingkat petani dipastikan aman hingga akhir Mei 2026.

“Harga diperkirakan masih berada di atas harga acuan hingga Iduladha karena meningkatnya permintaan masyarakat. Namun, kondisi diproyeksikan kembali normal seiring masuknya panen dari berbagai sentra produksi,” tutur Dian.

Penurunan volume produksi berkisar 30 hingga 40 persen akibat faktor cuaca ekstrem di beberapa daerah diperkirakan memicu pergeseran harga komoditas tersebut di pasar.

Pemerintah berkomitmen melanjutkan pengawasan melekat terhadap dinamika harga serta distribusi logistik pangan di seluruh daerah sepanjang periode Hari Besar Keagamaan Nasional.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author