Kemenperin Tepis Isu Relokasi Pabrik Komponen Otomotif ke Vietnam
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membantah klaim Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengenai rencana pemindahan dua pabrik komponen otomotif dari Jawa Timur ke Vietnam. Dua fasilitas produksi yang dimaksud adalah PT JAI dan PT SAI. Seperti diberitakan oleh Bloomberg Technoz, pemerintah memastikan bahwa operasional kedua perusahaan tersebut masih berjalan normal. Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri memberikan penjelasan resmi terkait situasi terkini di lapangan setelah melakukan penelusuran langsung.
"Berdasarkan hasil penelusuran kebenaran informasi ini, kami dari Kementerian Perindustrian sementara menyimpulkan bahwa pertama belum ada rencana relokasi fasilitas produksi PT. JAI dan PT. SAI dari Indonesia ke Vietnam," ujar Juru Bicara Febri Hendri lewat keterangan resminya, Rabu (24/6/2026).
Pemerintah memastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang terjadi pada kedua perusahaan tersebut hingga saat ini. Meski demikian, penyebaran rumor ini diakui telah menimbulkan ketidakpastian bagi mitra bisnis serta mengganggu kestabilan aktivitas produksi perusahaan.
"Pemberitaan masif terhadap relokasi dan PHK pada dua industri di Jatim ini telah berdampak terhadap rantai pasok industri otomotif dan iklim investasi manufaktur Indonesia," tutur Febri. Catatan investasi kedua produsen komponen otomotif ini di Indonesia tergolong besar dengan nilai total mencapai kisaran Rp1,9 triliun.
"Nilai investasi yang telah direalisasikan menunjukkan kepercayaan dan komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan usaha dan investasinya di Indonesia,” kata dia. Kinerja operasional kedua pabrikan tersebut juga diklaim tetap terjaga dengan volume produksi yang signifikan sepanjang awal tahun ini. PT SAI membukukan angka produksi hingga 1,2 juta pieces komponen, sedangkan PT JAI mampu memproduksi sekitar 1,6 juta pieces komponen pada kuartal I 2026.
Seluruh komoditas yang dihasilkan oleh kedua pabrik ini dialokasikan penuh untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri dengan porsi ekspor mencapai 100%.
"Menteri Perindustrian telah memerintahkan jajarannya untuk terus memonitor kinerja seluruh industri dan melakukan langkah mitigasi cepat dan terukur terhadap industri yang mengalami gangguan pada rantai pasok dan permintaan,." Manajemen pemantauan akan terus dijalankan oleh pemerintah guna menjaga stabilitas tenaga kerja, investasi, serta kepastian pasar di sektor manufaktur nasional. Kabar pemindahan operasional ini awalnya diembuskan oleh Said Iqbal selaku Presiden KSPI sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.
Isu kepindahan tersebut sempat memicu kekhawatiran atas potensi kehilangan pekerjaan bagi ribuan buruh, walau proses negosiasi internal masih berlangsung.