Kemenkop Stop Pembangunan Kopdeskel Merah Putih di Angka 40 Ribu

Share

Kementerian Koperasi memutuskan untuk menghentikan sementara proyek pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih di angka 40 ribu bangunan pada akhir tahun ini guna melakukan evaluasi dan pengkajian ulang.

Keputusan penutupan target pembangunan ini diambil setelah munculnya laporan masyarakat mengenai sejumlah lokasi koperasi yang dianggap kurang ideal. Dilansir dari Detik Finance pada Sabtu (11/7/2026), saat ini tercatat sudah ada sekitar 15 ribu bangunan koperasi yang selesai didirikan dari total target keseluruhan sebanyak 30 ribu hingga 40 ribu unit.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan bahwa dari belasan ribu bangunan yang sudah berdiri, jumlah lokasi yang dianggap tidak ideal oleh masyarakat di media sosial sebenarnya relatif kecil.

"Misalkan di media sosial (ramai soal) ada beberapa lokasi Kopdeskel Merah Putih yang dianggap tidak ideal. Tapi, setelah kita jelaskan, bahwa yang tidak ideal itu berapa, di mana saja, ternyata kan angkanya tidak banyak," ujar Ferry Juliantono, Menteri Koperasi.

Pemerintah mencatat hanya ada sekitar 20 bangunan yang dinilai bermasalah dari segi penempatan. Ferry menegaskan bahwa penentuan titik pembangunan tersebut sebenarnya sudah melibatkan kesepakatan masyarakat setempat, dan pihak kementerian akan segera mencarikan solusi perbaikan.

"Taruhlah 20 (bangunan) dari 30 ribu yang kita lagi bangun. Coba, itu 'kan sedikit. Nah, kalau pun misalkan tidak ideal, nanti kita akan carikan solusi. Tapi perlu diketahui, bahwa penentuan lokasi tersebut, termasuk yang tidak ideal, dilakukan penentuan lokasinya melalui masyarakat di desa itu," ungkap Ferry Juliantono, Menteri Koperasi.

Kesepakatan bersama dengan perangkat desa menjadi landasan utama pembangunan fasilitas pelat merah tersebut. Namun, keterbatasan lahan di area pedesaan sering kali membuat wujud bangunan tidak bisa 100 persen sesuai dengan standar prototipe awal.

"Ya, kesepakatan di desa. Nah, ini 'kan sisi-sisi ini kadang-kadang tidak diketahui oleh yang memviralkan. Saya tidak tahu tujuan memviralkannya apa.

Tapi, maksud saya, sisi baiknya itu masukan bagi kami. Tapi, ada sisi yang perlu untuk kami sampaikan bahwa sebenarnya penentuan lokasi itu sudah atas dasar musyawarah di desa tersebut," kata Ferry Juliantono, Menteri Koperasi.

Langkah penghentian pembangunan di angka 40 ribu unit ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk memodifikasi konsep bangunan. Evaluasi mendalam diarahkan khusus untuk menyesuaikan prototipe koperasi di wilayah perkotaan atau kelurahan.

"Kami mengakui ada keterbatasan soal lahan di desa-desa sesuai dengan prototipe yang kita inginkan. Oleh karena itu, kami akhirnya memutuskan sampai akhir tahun bisa sampai 40 ribuan (bangunan). Kita stop dulu di tahun ini 40 ribuan," beber Ferry Juliantono, Menteri Koperasi.

Pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan kembali proyek strategis nasional ini pada periode berikutnya secara bertahap dengan model yang lebih adaptif.

"Tahun depan, kita akan bangun lagi secara bertahap dengan beberapa modifikasi. Kami sekarang sedang mengkaji, misalkan untuk bangunan Kopdeskel Merah Putih, khususnya di kelurahan atau kota-kota yang bisa jadi beda prototipenya," pungkas Ferry Juliantono, Menteri Koperasi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author