Kemenkeu Siapkan Dana Pemulihan Gempa NTT Rp 5 Triliun

Share

Kementerian Keuangan telah menyiapkan anggaran untuk mendukung pembiayaan penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kebutuhan pembiayaan ini disesuaikan dengan tahapan pemulihan yang dilakukan oleh pemerintah, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Senin (17/8/2026).

Mekanisme pembiayaan awal bakal disalurkan melalui anggaran siaga yang mengendap pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dana tersebut dialokasikan untuk merespons kebutuhan mendesak di lapangan saat masa kedaruratan berlangsung.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa alokasi pembiayaan awal dari BNPB siap digunakan dan akan ditambah apabila mengalami kekurangan.

"Untuk pertama kan biasanya kita pakai dana dari BNPB yang sudah kita siapkan. Masih ada tuh Rp 5 triliun kalau nggak salah ya. Mungkin sebagian terpakai tapi masih cukup. Biasanya kalau kurang kita isi langsung itu dana BNPB," jelas Purbaya dalam keterangannya, Senin (17/8/2026).

Skema penanganan dilakukan secara bertahap mulai dari respons tanggap darurat hingga tahap rehabilitasi. Apabila eskalasi kebutuhan pembiayaan di daerah terdampak meningkat, penyesuaian anggaran segera dilakukan agar penanganan tidak terhambat.

Pemerintah juga mengamankan cadangan dana khusus agar skema pembiayaan bisa merespons situasi secara dinamis di wilayah bencana.

"Kalau untuk bencana kan nanti dari BNPB dulu, nanti kalau kurang baru kita rekonstruksi. Jadi nggak ada masalah tuh. Kalau untuk bencana ada cadangan khusus," kata Purbaya.

Guna memastikan setiap kesiapan anggaran, ketersediaan dana siaga juga disiagakan sejak awal penanganan.

"Jadi memang dana on call untuk setiap penanganan bencana sudah stand by," tegasnya menekankan.

Dukungan finansial disalurkan berdasarkan pertimbangan lapangan serta koordinasi lintas instansi. Untuk perbaikan fasilitas umum yang tidak tercakup dalam anggaran BNPB, pengerjaannya dikoordinasikan langsung bersama kementerian dan lembaga terkait agar proses pemulihan masyarakat berjalan terpadu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author