Kemenkes Berikan Vaksin HPV Anak Laki Laki Bertahap di Tiga Provinsi

Share

Kementerian Kesehatan RI memulai program pemberian vaksin human papillomavirus (HPV) bagi anak laki-laki kelas 5 SD atau berusia sekitar 11 tahun di Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, dan Bali pada Selasa (4/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Health. Pelaksanaan imunisasi ini bertepatan dengan momen Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, dr Indri Yogyaswari, MARS, menjelaskan bahwa introduksi pemberian vaksin ini dilakukan secara bertahap sebelum nantinya diperluas ke tingkat nasional.

"Jadi memang di tahun ini kami rencanakan untuk bias bulan Agustus, kita akan memulai introduksi pemberian vaksin HPV pada anak laki-laki di tiga provinsi. Jadi betul di Yogyakarta, kemudian di Jakarta, dan Bali," kata Indri.

Langkah penyuntikan vaksin HPV pada anak laki-laki ini ditujukan guna mendukung percepatan eliminasi kanker leher rahim pada kelompok perempuan. Rencana awal yang menargetkan cakupan langsung secara nasional kini tengah melalui penyesuaian strategi.

"Cuma memang targetnya langsung nationwide, kalau di renaksi yang lalu ya. Nah saat ini renaksi tersebut sedang dalam proses revisi, jadi kami ingin membuat program yang lebih bertahap gitu ya," jelas Indri.

Perluasan program imunisasi ini dijadwalkan menyasar Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten pada 2027, lalu berlanjut ke Jawa Timur pada 2028. skema tiga tahun ini akan mencakup tujuh provinsi sebelum diterapkan secara merata di seluruh Indonesia.

"Jadi memang kita mulai dulu di tahun ini untuk tiga provinsi, yang tadi kami sudah sampaikan, nanti di tahun depan akan ada tiga provinsi lagi tambahan, tahun 2028 akan ada tambah satu provinsi, sebelum rencana kita akan nationwide," tutur Indri.

Penetapan strategi bertahap ini merujuk pada rekomendasi Komisi Imunisasi Nasional (KIN) serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Salah satu syarat utamanya adalah wilayah sasaran harus sudah mencapai cakupan imunisasi HPV pada anak perempuan minimal 90 persen.

"Kenapa demikian? Karena memang dari sisi rekomendasi KIN atau Komisi Imunisasi Nasional dan WHO juga, jadi memang untuk yang HPV Boys ini tidak ada syaratnya. Syaratnya adalah cakupan imunisasi HPV pada anak perempuan di wilayah tersebut sudah 90 persen. Jadi inilah alasannya kenapa kami bikin bertahap, tidak langsung nationwide," lanjut Indri.

Pemerintah akan memanfaatkan masa pelaksanaan bertahap ini sebagai bahan evaluasi menyeluruh sebelum program diluncurkan secara nasional.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author