Kemenkes Ungkap Hasil Investigasi Kematian Peserta Internsip Dokter

Share

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyampaikan hasil penelusuran terkait wafatnya peserta Program Internsip Dokter Indonesia, dr. Siti Zahra Maghfira, di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak, Depok, dilansir dari Detik Health.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh oleh tim gabungan yang melibatkan Inspektorat Jenderal, Ditjen SDM Kesehatan, Konsil Kesehatan Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia, Kolegium Psikiatri, hingga pihak Kepolisian.

Tim mengkaji lima domain mendasar, mencakup evaluasi durasi kerja, besaran beban tugas, mekanisme perizinan cuti, kondisi lingkungan kerja, serta rekam kesehatan peserta selama bertugas.

Hasil verifikasi membuktikan beban tugas dr. SZM telah sesuai regulasi batas maksimum 40 jam setiap pekan, disertai hak libur pascajaga dan fleksibilitas izin sakit tanpa beban kewajiban penggantian hari.

Penelusuran ke pihak manajemen rumah sakit dan rekan sejawat juga mengonfirmasi suasana kerja tetap kondusif tanpa ada temuan praktik perundungan atau tekanan tugas.

Inspektur Investigasi Kementerian Kesehatan, Hendra Teja, memberikan penjelasan rinci mengenai temuan pemeriksaan tim gabungan tersebut.

"Hasil pemeriksaan kami menunjukkan tidak terdapat penyimpangan pada aspek jam kerja, beban kerja, pemberian izin sakit dan cuti, maupun lingkungan kerja selama dr. SZM menjalankan Program Internship," kata Hendra.

Catatan Kemenkes menunjukkan enam kasus kematian peserta internsip akibat gangguan kesehatan telah ditangani, dengan lima kasus yang selesai diperiksa tidak menampilkan pelanggaran tata kelola.

Pihak kementerian mengonfirmasi adanya faktor kondisi kesehatan medis yang membutuhkan perhatian khusus, namun rincian diagnosis tetap dijaga kerahasiaannya.

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan, dr. Yuli Farianti, menyampaikan temuan lanjutan terkait penyulit kesehatan peserta.

dr. Yuli Farianti mengatakan hasil investigasi menemukan adanya penyakit penyerta yang terkait dengan kesehatan mental.

Evaluasi menyeluruh tetap dijalankan untuk memperkuat sistem perlindungan, mencakup skrining kesehatan fisik serta jiwa bagi sekitar 12 ribu peserta internsip dokter setiap tahunnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author