Kemenkes Temukan Indikasi Gula Darah Tinggi pada Anak SD

Share

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menemukan indikasi awal lonjakan kadar gula darah pada anak-anak usia sekolah dasar (SD) di Jakarta, Rabu (29/7/2026), yang berpotensi memicu risiko penyakit fatal saat mereka beranjak dewasa, dilansir dari Detik Health.

Berdasarkan standar medis, ambang batas kadar gula darah anak terbagi dalam beberapa rentang usia. Anak di bawah 6 tahun memiliki rentang normal 100–200 mg/dL, anak usia 6–12 tahun sebesar 70–150 mg/dL, serta remaja di atas 12 tahun berada pada kisaran 140–180 mg/dL.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyoroti kekhawatirannya atas tren temuan kasus gula darah tinggi yang mulai melanda kelompok usia anak sekolah dasar tersebut.

"Anak-anak SD itu kadar gula darahnya sudah tinggi. Kita telah temui indikasi awalnya, padahal seharusnya itu pada anak-anak kan kadar gula darahnya normal, aktivitasnya banyak," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Siti Nadia Tarmizi.

Guna menekan lonjakan lonjakan tren ini, regulasi ketat mengenai pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak perlu segera diterapkan oleh pemerintah.

"Kalau kita tidak melakukan segera policy-policy untuk menjaga konsumsi atau melakukan pengendalian gula, garam, lemak, ya dari tren anak-anak kita saja sudah kelihatan seperti ini," kata Nadia.

Pembiaran kondisi kadar gula darah tinggi sejak dini diprediksi meningkatkan risiko serangan penyakit berat bagi anak-anak ketika memasuki usia produktif.

"Jika dari kecil saja gula darahnya sudah tinggi, maka dalam usia 40 tahun, dia (berpotensi) akan terkena (penyakit) jantung, stroke, ginjal. Karena teorinya, gula itu kan mempengaruhi pembuluh darah," katanya.

Pemahaman umum masyarakat dinilai masih acap kali menyempitkan dampak negatif diabetes melitus hanya sebatas komplikasi luka fisik luar atau busuk pada kaki.

"Dulu kita kan pikir kalau orang jantung, stroke, (terjadi pada) orang yang hipertensi saja. Tapi sekarang ternyata orang dengan sakit DM (Diabetes Melitus) itu bisa terkena serangan jantung. Penyakit gula itu adalah mother of disease ya," kata Nadia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author