Kemenkes Klarifikasi Data HIV di Sidoarjo dan Tekankan Pentingnya Deteksi Dini

Share

Video yang menyebut 522 pelajar di Kabupaten Sidoarjo terpapar HIV-AIDS sempat viral di media sosial. Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo segera memberikan klarifikasi bahwa angka tersebut tidak sesuai data resmi akibat perbedaan metode pencatatan dengan Yayasan Delta Crisis Center (DCC).

Sejak 2001 hingga Juni 2026, tercatat 1.183 kasus HIV pada kelompok usia 0-24 tahun di Sidoarjo. Peningkatan kasus ini lebih mencerminkan keberhasilan deteksi dini melalui layanan tes HIV di berbagai fasilitas kesehatan, bukan peningkatan penularan.

Dari total kasus, kelompok usia 0-10 tahun mencapai 117 kasus dengan 100 persen penularan vertikal dari ibu ke anak. Kelompok usia 11-17 tahun ada 60 kasus dengan penularan vertikal dan horizontal, sementara usia 18-24 tahun tercatat 1.006 kasus dengan dominasi penularan horizontal.

Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan telah melakukan supervisi program HIV di Sidoarjo dan mengunjungi DCC untuk klarifikasi dan verifikasi data yang beredar.

"Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan klarifikasi dan verifikasi terhadap data yang beredar," ujar pihak Kemenkes.

Tim supervisi juga mengevaluasi pelaksanaan program pencegahan, deteksi dini, pengobatan, dan pendampingan bagi orang dengan HIV serta memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo.

Kemenkes menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan HIV diukur dari banyaknya orang yang mengetahui status HIV, memulai terapi antiretroviral (ARV), dan mempertahankan pengobatan.

"Semakin dini seseorang mengetahui status HIV, semakin besar peluang untuk hidup sehat, produktif, serta mencegah penularan kepada orang lain," ujar Kemenkes.

Kemenkes juga mengajak masyarakat untuk menghentikan stigma dan diskriminasi yang dapat menghambat tes HIV dan keberlanjutan pengobatan.

Dukungan keluarga, masyarakat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat sipil, serta komunitas sangat penting dalam mencapai target 95-95-95 dan mewujudkan Ending AIDS pada 2030," tambah Kemenkes.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: HIV Kemenkes kesehatan
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author