Kemenkes Bahas Program Makan Bergizi Gratis dengan Ahli Gizi
Kementerian Kesehatan bersama Badan Gizi Nasional akan mengadakan pertemuan dengan para ahli gizi Indonesia untuk membahas pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG), termasuk penerima manfaat dan menu yang akan disajikan. Pertemuan ini dijadwalkan sebelum tanggal 5 Agustus 2026, menurut laporan dari Detik Finance.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa para ahli gizi akan memberikan masukan penting untuk memperjelas sasaran penerima bantuan MBG. Pemerintah menargetkan pembahasan ini selesai sebelum 5 Agustus 2026.
"Sebelum 5 Agustus, Menteri Kesehatan dan BGN akan duduk bersama dengan ahli-ahli gizi terkemuka Indonesia, sudah ada daftarnya. Kita akan duduk menentukan dua hal. Nomor satu targetnya ini, kita mau refine sekolah mana yang mau dikasih, usia mana, SD-nya dimana, lokasinya dimana, fokusnya di mana, dan lain sebagainya. Ibu hamil, ibu hamil yang bagaimana," ujar Budi dalam konferensi pers di kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).
Budi juga menambahkan bahwa pertemuan tersebut akan membahas standar menu MBG, yang selama ini menjadi perhatian publik terkait jenis makanan yang disediakan.
"Tentukan standar-nya. Standarnya ini ramai, mau kasi kacang, mau kasi susu, mau kasih apa, itu nanti masuk. Saya sangat yakin dengan standar yang Kepala BGN yang baru ini, dia akan cepat gercep beresin itu dengan tegas sehingga berikan kesempatan kita untuk membenahi program yang sangat menurut saya yang sangat penting buat kesehatan ini," imbuhnya.
Selain itu, Kemenkes bersama BGN telah sepakat melakukan riset dan analisa untuk mengukur hasil nyata perbaikan gizi melalui program MBG. Anak-anak yang masuk dalam data stunting akan dipantau ketat menggunakan metode by name, by address untuk memastikan efektivitas program.