Kemenhub Pastikan Operasional Angkutan Perintis Tetap Berjalan

Share

Kementerian Perhubungan memastikan layanan angkutan perintis jalan dan penyeberangan di seluruh wilayah Indonesia tetap beroperasi secara normal pada Senin (20/7/2026). Langkah ini diambil guna menjaga konektivitas antarwilayah serta mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik daerah.

Dilansir dari Detik Finance, kelanjutan operasional tersebut diatur melalui keputusan penetapan layanan tahun anggaran 2026. Penegasan ini sekaligus merespons berhentinya layanan kapal penyeberangan perintis di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu.

"Angkutan penyeberangan perintis yang telah kami tetapkan pada tahun 2026 ini melayani 265 lintasan di 24 provinsi. Ada sekitar 101 kapal yang disediakan untuk menghubungkan dan memperkuat konektivitas antar pulau," kata Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat.

Pemerintah mengalokasikan pagu anggaran sebesar Rp27.999.545.000 khusus untuk penyelenggaraan angkutan penyeberangan perintis di NTT. Layanan di wilayah tersebut dipastikan masih berjalan sesuai rencana operasional yang ditetapkan.

"Layanan angkutan penyeberangan perintis di NTT masih tetap beroperasi hingga akhir tahun. Kami berkomitmen menjaga konektivitas masyarakat melalui angkutan perintis," ujar Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat.

Selain angkutan penyeberangan, Ditjen Perhubungan Darat mengelola jaringan trayek angkutan jalan perintis tahun 2026 melalui Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor KP-DRJD 5188 Tahun 2025.

"Pada tahun 2026 ini untuk angkutan jalan perintis, kami menyelenggarakan 313 trayek yang tersebar di 32 provinsi. Layanan angkutan jalan perintis didukung oleh 640 unit bus dengan alokasi anggaran Rp 161,2 miIiar," jelas Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat.

Sebelumnya, operasional penyeberangan perintis di beberapa lintasan NTT sempat dihentikan sementara sejak 1 Juli 2026 oleh BPTD Kelas II NTT selaku regulator. Pihak PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kesiapan armada.

"Namun, kami tetap menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan, BPTD Kelas II NTT, serta pemerintah daerah guna memastikan kesiapan operasional apabila layanan kembali ditugaskan," ujar Ardhani Friandy, GM ASDP Cabang Kupang.

Saat ini, kapal-kapal perintis di bawah naungan ASDP Cabang Kupang dan Cabang Sape telah beroperasi kembali melayani berbagai rute pulau. Pengoperasian kembali mencakup armada KMP Ile Mandiri, KMP Uma Kalada, KMP Ile Ape, KMP Namparnos, KMP Komodo, dan KMP Cucut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author