Kebiasaan Sepele yang Dapat Merusak Fungsi Ginjal Secara Diam-Diam
Kerusakan fungsi ginjal sering kali terjadi tanpa disadari karena organ ini jarang menunjukkan gejala pada stadium awal. Dikutip dari Detik Health, penyakit ginjal kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD) kerap dijuluki sebagai silent killer.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) mencatat bahwa gejala seperti pembengkakan atau kelelahan biasanya baru muncul saat kondisi kerusakan sudah memasuki tahap lanjut. Padahal, ginjal bekerja menyaring sekitar 180 liter darah setiap hari guna membuang limbah serta racun.
Direktur sekaligus Kepala Institut Nefrologi Rumah Sakit RG India, Dr Suman Sethi, menjelaskan bahwa penurunan fungsi ginjal kerap dipicu oleh kebiasaan harian yang diabaikan jauh sebelum timbulnya gejala.
Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) atau pereda nyeri secara bebas tanpa petunjuk medis menjadi salah satu penyebab utama pemicu kerusakan organ ini.
"Banyak orang mengaitkan penyakit ginjal dengan penuaan. Tetapi kenyataannya, kebiasaan kita sehari-hari dapat secara diam-diam merusak ginjal jauh sebelum gejala apa pun muncul," kata Dr Suman Sethi.
"Salah satu kesalahan yang paling umum adalah terlalu sering mengandalkan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas, terutama tanpa nasihat medis, karena penggunaan yang berkepanjangan dapat secara bertahap merusak fungsi ginjal," kata dia.
Selain faktor obat-obatan, kondisi medis yang tidak terstabilkan seperti tekanan darah tinggi dan diabetes juga menjadi ancaman besar bagi saringan halus di dalam ginjal.
"Mengabaikan kondisi seperti diabetes dan tekanan darah tinggi adalah risiko besar lainnya, karena ini tetap menjadi penyebab utama penyakit ginjal kronis," tutur Dr Suman Sethi.
Pola makan yang buruk turut memperberat beban kerja ginjal secara bertahap dari waktu ke waktu.
"Diet tinggi garam dan makanan ultra-olah, asupan air yang tidak memadai, merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan gaya hidup yang kurang aktif juga memberi tekanan yang tidak perlu pada ginjal dari waktu ke waktu," kata Dr Suman Sethi.
Pentingnya Deteksi Dini Tanpa Menunggu Gejala
Banyak masyarakat keliru menganggap bahwa gangguan ginjal akan selalu ditandai dengan rasa sakit secara langsung pada tubuh.
"Kekhawatiran lain adalah orang sering menunggu gejala sebelum mencari perhatian medis. Sayangnya, penyakit ginjal kronis sering disebut 'penyakit diam' karena tanda-tandanya tidak muncul," ujar Dr Suman Sethi.
Langkah pemeriksaan darah dan urine secara teratur merupakan metode paling efektif untuk mengetahui kondisi fungsi organ penyaring ini sejak awal.
"Menjaga kadar gula darah dan tekanan darah yang sehat, tetap aktif secara fisik, mengonsumsi makanan yang seimbang, menghindari obat-obatan dan suplemen yang tidak perlu, dan melakukan tes fungsi ginjal secara teratur jika Anda berisiko dapat membuat perbedaan yang signifikan," kata Dr Suman Sethi.