Kebakaran Hutan di Prancis dan Spanyol Paksa 285 Ribu Warga Mengungsi
Evakuasi massal menimpa sekitar 285 ribu warga di Prancis dan Spanyol akibat ancaman kebakaran hutan yang terus meluas hingga Sabtu (25/7/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom. Kobaran api di pesisir barat daya Prancis merambat menuju kota Bordeaux, sementara Spanyol mengumumkan status darurat nasional pertama setelah tiga titik api mengepung wilayah sekitar Madrid.
Di Prancis, sekitar 197.000 orang telah mengungsi dari daerah Gironde dan Landes. Pemerintah mengonfirmasi titik api berjarak sekitar 30 kilometer dari Bordeaux, yang memicu peringatan perjalanan darat serta gangguan pada transportasi menuju bandara setempat.
"Kebakaran yang melanda negara kita telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Menteri Dalam Negeri Prancis, Sebastien Lecornu.
Kondisi cuaca ekstrem memperparah situasi, di mana suhu rata-rata mencapai 32,2 derajat Celsius atau 7,3 derajat lebih tinggi dibanding periode 1961-1990. Pemerintah bahkan mengerahkan Angkatan Bersenjata dan pesawat angkut militer A400M untuk menjatuhkan cairan pemadam ke titik api.
"Kami memperkirakan perjuangan yang panjang dan sangat berat," kata Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez.
Sementara itu, pemerintah Spanyol mencatat sekitar 88.000 warga dievakuasi atau diminta tidak keluar rumah. Insiden kebakaran semak terpisah di Valencia turut menewaskan seorang pria lansia di dalam mobilnya. Bantuan armada udara tambahan dari Italia, Yunani, Belanda, dan Portugal juga dikerahkan ke Spanyol.
"Hindari aktivitas fisik dan berada di luar ruangan. Jika Anda harus keluar rumah dan terdapat asap atau abu, kenakan masker," kata Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia.