Kebakaran Hutan Prancis Paksa Evakuasi Ribuan Warga di Sainte-Marie-la-Mer
Hampir 3.000 warga setempat dan wisatawan dievakuasi dari Prancis barat daya setelah kebakaran hutan hebat melanda kota Sainte-Marie-la-Mer hingga meluas ke Canet-en-Roussillon akibat gelombang panas ekstrem pada Jumat (3/7/2026). Evakuasi massal tersebut terpaksa dilakukan setelah kobaran api bermula dari sebuah area perkemahan, dilansir dari Detikcom yang mengutip laporan kantor berita AFP. Dampak dari bencana ini menghancurkan puluhan rumah mobil atau karavan, sebelum akhirnya merembet menuju kawasan dermaga setempat.
Asap tebal yang bersifat beracun kini dilaporkan telah menyelimuti kapal-kapal yang bersandar di dermaga. Petugas pemadam kebakaran menyatakan bahwa separuh dari total ribuan orang yang diungsikan tersebut berasal dari tiga lokasi perkemahan di wilayah terdampak.
Otoritas setempat mengerahkan sebanyak 200 petugas pemadam kebakaran dan empat helikopter pengebom air (water-bombing) untuk memadamkan kobaran api. Pejabat daerah tertinggi wilayah Pyrenees-Orientales, Pierre Regnault de La Mothe, mengonfirmasi terdapat dua petugas pemadam kebakaran yang mengalami luka ringan.
"Kami memobilisasi jaringan sukarelawan dalam jumlah besar," ujar Pierre Regnault de La Mothe, Pejabat daerah tertinggi wilayah Pyrenees-Orientales. Pihak berwenang setempat terus melakukan penanganan mengingat risiko kebakaran yang diperburuk oleh faktor cuaca ekstrem. Pada bulan Juni, Prancis sempat dilanda gelombang panas yang memecahkan rekor selama 11 hari berturut-turut dengan suhu melonjak di atas 40°C di berbagai tempat.
Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyatakan bahwa gelombang panas luar biasa ini membawa dampak besar bagi kesehatan manusia, ekosistem, pertanian, dan infrastruktur. Selain dampak-dampak tersebut, fenomena cuaca ini juga memperburuk risiko terjadinya kebakaran hutan di wilayah tersebut.