Ahli Gizi Ungkap Keamanan Mengonsumsi Buah Alpukat yang Berubah Kecokelatan
Daging buah alpukat sering kali berubah warna menjadi kecokelatan setelah dibuka. Perubahan warna ini bahkan dapat menyebar hingga mendominasi seluruh permukaan buah.
Alpukat menjadi buah bertekstur lembut yang sangat populer bagi penikmat gaya hidup sehat serta pelaku diet. Kandungan protein yang tinggi di dalamnya efektif mempertahankan rasa kenyang dalam waktu lebih lama.
Namun, kualitas buah ini dapat menurun dengan cepat selama penyimpanan, terutama setelah dikupas. Kondisi tersebut memicu pertanyaan mengenai keamanan mengonsumsinya.
Dilansir dari Detik Food, seorang ahli gizi bernama Destini Moody memberikan penjelasannya mengenai fenomena ini.
"Banyak orang berasumsi bahwa alpukat sudah busuk begitu berubah warna menjadi cokelat, tetapi itu tidak selalu demikian," katanya.
Destini Moody menerangkan bahwa paparan udara setelah buah dipotong memicu perubahan warna tersebut. Proses alami ini disebut sebagai oksidasi, serupa dengan yang terjadi pada irisan buah apel yang dibiarkan di ruang terbuka.
Daging buah alpukat yang hanya kecokelatan pada bagian permukaannya umumnya masih aman untuk dikonsumsi. Pengguna cukup membuang lapisan cokelat tersebut dan mengonsumsi bagian yang tersisa.
"Orang bisa mencampur bagian cokelat tersebut dengan daging buah yang masih berwarna hijau. Mungkin tidak terlihat semenarik atau terasa seperti alpukat segar, tetapi perubahan warna menjadi cokelat itu sendiri biasanya bukan masalah keamanan pangan," jelas Moody.
Kepala gizi di My Fitness Pal, Melissa Jaegar, turut menyuarakan pandangan yang senada. Ia menyatakan bahwa alpukat yang berubah kecokelatan tetap aman dikonsumsi meski tampilannya tampak mengkhawatirkan.
Keengganan masyarakat dalam memakan alpukat kecokelatan sebagian besar dipengaruhi oleh faktor psikologis. Banyak orang baru merasakan sedikit perbedaan rasa ketika mereka melihat langsung perubahan warna tersebut.
Masyarakat justru perlu mengantisipasi konsumsi buah yang benar-benar telah membusuk. Ciri pembusukan ini meliputi aroma tidak sedap, tumbuhnya jamur, tekstur yang terlalu lunak, atau permukaan yang berlendir.
Buah yang sudah busuk harus segera dibuang karena berisiko memicu gangguan pada saluran pencernaan.
Terdapat beberapa langkah praktis untuk mempertahankan kesegaran stok alpukat di rumah agar bertahan lebih lama. Sisa buah dapat diletakkan di dalam wadah yang kedap udara sebelum disimpan ke dalam lemari es.
Proses oksidasi juga bisa diperlambat dengan memanfaatkan air perasan lemon atau jeruk nipis. Langkah ini efektif mencegah permukaan daging buah berubah warna dengan cepat.
Metode perlindungan lain yang efisien adalah dengan mengoleskan minyak zaitun pada permukaan daging buah. Selain itu, membungkusnya menggunakan plastik pembungkus secara rapat sebelum dimasukkan ke kulkas juga sangat disarankan dengan memastikan bijinya tetap menempel.