Kasus Kanker Kolorektal pada Dewasa Muda Melonjak 50 Persen
Lonjakan kasus kanker kolorektal atau kanker usus besar kini mengintai kelompok usia dewasa muda di bawah 50 tahun dengan peningkatan mencapai 50 persen. Penyakit mematikan ini tidak lagi didominasi oleh kelompok lanjut usia. Dikutip dari Detik Health, kanker usus besar menempati urutan pertama penyebab kematian akibat kanker pada pria muda.
Sementara pada wanita muda, penyakit ini berada di peringkat kedua dan diproyeksikan menjadi pembunuh nomor satu. Banyak masyarakat berusia muda mengabaikan indikasi awal karena merasa kondisi fisik mereka masih bugar. Padahal, penemuan gejala sejak dini menjadi penentu tingkat keberhasilan pengobatan sebelum sel kanker menyebar luas.
"Setiap orang, tanpa memandang usia, harus menyadari bahwa gejala-gejala tertentu bisa menjadi tanda kanker kolorektal," wanti-wanti Peter Liang, MD, MPH, seorang profesor dari Fakultas Kedokteran New York University, dikutip dari Everyday Health.
Para peneliti medis tengah mengkaji pergeseran tren penyakit ini ke usia produktif. Salah satu faktor kuat yang dicurigai adalah paparan racun dari bakteri E coli tertentu sejak masa kanak-kanak. Perubahan drastis pada mikrobioma usus akibat tingginya konsumsi makanan olahan (processed food) serta pemakaian antibiotik berlebihan juga memicu peradangan. Selain itu, keterkaitan paparan pestisida pada bahan makanan masih dalam penelitian.
Berdasarkan data klinis, sekitar 1 dari 5 pasien kanker kolorektal sebenarnya telah merasakan minimal satu tanda bahaya. Gejala tersebut biasanya muncul dalam rentang waktu tiga bulan hingga dua tahun sebelum diagnosis resmi.
Gejala yang Wajib Diwaspadai
Munculnya satu gejala pada orang di bawah usia 50 tahun dapat meningkatkan risiko kanker usus besar hampir dua kali lipat. Risiko melonjak tiga kali lipat jika ada dua gejala, dan naik 6 kali lipat jika merasakan tiga tanda sekaligus.
1. Anemia Tanpa Alasan Jelas
Perdarahan mikro yang terjadi secara terus-menerus di dalam usus dapat memicu anemia defisiensi besi. Kurangnya zat besi untuk memproduksi sel darah merah membuat pasien sering mengalami kelelahan ekstrem dan sesak napas.
2. Feses Berdarah atau Berwarna Gelap
Keberadaan tumor atau polip di usus besar memicu perdarahan saluran pencernaan yang mengubah warna feses menjadi hitam atau cokelat tua. Pada beberapa kondisi, bercak darah ini berukuran sangat kecil hingga tidak kasat mata.
3. Diare dan Perubahan Pola BAB
Penyumbatan atau peradangan akibat tumor sering menyebabkan diare menahun, sembelit, atau bentuk feses mendadak pipih dan sempit seperti pensil. Pasien juga sering merasa usus belum kosong sepenuhnya setelah buang air besar.
4. Nyeri Perut Terus-menerus
Rasa sakit yang dirasakan bisa berupa kram perut hebat atau nyeri tajam yang tidak kunjung mereda. Pada kasus kanker kolorektal, rasa nyeri ini secara spesifik lebih sering muncul di sisi sebelah kiri tubuh.
"Jika Anda mengalami salah satu gejala ini, jangan ditunda, Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk menjalani skrining," tegas Dr Liang.