Kapolda Jabar Meluncurkan Gerakan Jaga Rawat Jawa Barat demi Perkuat Keamanan
Pembangunan ekosistem keamanan yang adaptif, responsif, kolaboratif, dan solutif kini diperkuat di wilayah Jawa Barat. Langkah ini dilakukan melalui peluncuran gerakan 'Jaga Rawat Jawa Barat' sebagai wujud transformasi Polri presisi di tingkat kewilayahan, seperti dilansir dari Detikcom. Peluncuran gerakan tersebut terlaksana di Lapangan Apel Mapolda Jabar, Jumat (17/7/2026).
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto memimpin langsung jalannya Apel Gelar Bhabinkamtibmas dan Sabuk Kamtibmas tersebut. Momentum ini diarahkan untuk mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas serta mempererat sinergi lintas sektor melalui Sabuk Kamtibmas. Kolaborasi ini mengintegrasikan Polri, pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga seluruh elemen masyarakat.
Pemukulan gong oleh Kapolda Jabar menandai dimulainya gerakan ini sebagai simbol paradigma baru pengelolaan keamanan. Pendekatan kepolisian dengan rakyat, prioritas pencegahan, dan penyelesaian persoalan secara berkelanjutan menjadi esensi utama gerakan tersebut.
Irjen Pol Pipit Rismanto menjelaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata bersama masyarakat. Kata 'Jaga' dimaknai sebagai komitmen menjaga stabilitas, sedangkan 'Rawat' merupakan upaya memelihara rasa aman secara konsisten. Mengingat Jawa Barat memiliki jumlah penduduk yang sangat besar, Kapolda Jabar menekankan pentingnya institusi Polri untuk terus bertransformasi. Pendekatan yang digunakan harus tetap humanis dan berbasis gotong royong.
"Keamanan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab Polri, melainkan merupakan hasil kerja bersama seluruh komponen bangsa. Oleh karena itu, Sabuk Kamtibmas dibangun sebagai ruang kolaborasi multidoor yang mengintegrasikan seluruh potensi masyarakat dalam satu tujuan bersama, yaitu menjaga dan merawat keamanan serta ketertiban di Jawa Barat," kata Pipit dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026). Bhabinkamtibmas diposisikan sebagai garda terdepan sekaligus penghubung langsung dengan warga. Peran mereka meliputi pembinaan masyarakat, penguatan deteksi dini, hingga penerapan pendekatan problem solving atas berbagai persoalan.
Terdapat empat prinsip kerja utama yang ditekankan bagi jajaran Polda Jawa Barat dalam mendukung gerakan ini. Keempat prinsip tersebut meliputi adaptif, responsif, kolaboratif, dan solutif. "Keempat prinsip tersebut menjadi fondasi dalam membangun ekosistem keamanan yang selaras dengan transformasi Polri presisi, yaitu sistem keamanan yang tidak hanya mengandalkan kekuatan institusi kepolisian, tetapi bertumpu pada kolaborasi, partisipasi, kepedulian, dan tanggung jawab Bersama," ujar Pipit. "Dalam ekosistem tersebut, Bhabinkamtibmas menjadi motor penggerak yang memastikan setiap potensi gangguan dapat dideteksi sejak dini, setiap persoalan dapat diselesaikan secara cepat dan humanis, serta setiap unsur masyarakat memiliki ruang untuk berkontribusi dalam menjaga keamanan lingkungannya," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kapolda Jabar turut menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pihak yang berprestasi dalam menjaga ketertiban. Apresiasi diberikan kepada pemenang lomba Bhabinkamtibmas Teladan, 3 Pilar, Satkamling, Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), Satuan Pengamanan (Satpam), dan Polisi Khusus (Polsus) Teladan.
"Selaras dengan transformasi Polri presisi, gerakan ini diharapkan menjadi fondasi terbangunnya ekosistem keamanan yang tangguh, partisipatif, dan berkelanjutan. Dengan Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan serta prinsip kerja adaptif, responsif, kolaboratif, dan solutif sebagai budaya kerja dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat," imbuhnya.