Bayi Mulai Mengenali Wajah Familiar Sejak Minggu Pertama Setelah Lahir
Kemampuan mengingat seorang bayi akan mengalami perkembangan yang sangat pesat sepanjang tahun pertama kehidupannya. Pada awal kelahiran, anak umumnya hanya mempunyai memori jangka pendek yang bertahan dalam hitungan menit. Dikutip dari HaiBunda dari laman Parents, bayi sebenarnya sudah mulai dapat mengenali wajah sejak beberapa minggu pertama setelah dilahirkan ke dunia. Anak baru lahir langsung mampu memusatkan perhatian dan mengingat wajah-wajah yang familiar, terutama orang terdekat yang selalu berada di sampingnya.
Ketika memasuki usia 2 hingga 3 bulan, anak menunjukkan tanda kuat telah mengenali wajah ibunya. Respons ini terlihat saat ia membalas suara, tersenyum, atau menatap wajah ibunya lebih lama.
Pada rentang usia 4 hingga 7 bulan, perkembangan kemampuan anak mencapai tahap permanensi objek. Mereka mulai paham bahwa seseorang atau benda tetap ada walau sedang tidak terlihat. Proses mengingat wajah anggota keluarga yang jarang bertemu, seperti kakek atau nenek, membutuhkan waktu lebih lama. Anak memerlukan waktu sekitar 1 hingga 2 tahun untuk mengingat mereka.
Berdasarkan informasi dari What to Expect, bayi akan mengamati dan mempelajari lingkungan sekitar seiring meningkatnya waktu terjaga dan kewaspadaan mereka. Proses ini meliputi ingatan terhadap wajah familiar, benda di sekeliling, hingga kemampuan mengenali diri sendiri yang terbagi dalam beberapa tahapan usia.
1. Saat Lahir
Penelitian membuktikan bahwa bayi baru lahir lebih senang melihat wajah yang dikenalnya. Walau jarak pandang masih terbatas sekitar 30 cm, mereka paling suka melihat wajah orang tua.
2. Usia 2–4 Bulan
Anak mulai mengenali wajah pengasuh utamanya. Saat menginjak usia 4 bulan, mereka mampu mengenali wajah serta benda yang akrab dari kejauhan.
"Pada usia 2 bulan, bayi mulai menoleh ke arah suara orang tua dan membalas senyuman. Ia juga mulai menunjukkan ketertarikan yang besar pada wajah orang terdekat," ujar dokter spesialis perkembangan dan perilaku anak, Amir Miodovnik, MD, MPH, seperti dikutip dari The Bump.
3. Usia 6 Bulan
Memasuki pertengahan tahun pertama, anak sudah mengenali wajah-wajah yang biasa ia lihat. Pada fase ini, mereka juga mulai memahami keberadaan orang asing.
4. Usia 9 Bulan
Anak biasanya sudah memiliki mainan atau benda favorit pada usia ini. Mereka bahkan bisa mengenali dan mencarinya meski objek tersebut hanya kelihatan sebagian.
5. Usia 15–18 Bulan
Kemampuan mengenali diri sendiri umumnya baru berkembang saat anak berusia antara 1 hingga 1,5 tahun.
Anak membutuhkan waktu lebih lama untuk menyadari wajahnya sendiri saat melihat bayangan atau foto. Proses ini berkembang seiring mereka mulai mandiri, berjalan, dan berbicara.
Awal Mula Pembentukan Kenangan
Bayi sudah mampu mengenali wajah dan suara yang ditemui setiap hari sejak dua bulan pertama kehidupannya. Kemampuan mengenali ini menjadi tanda awal terbentuknya memori. Bahkan, bayi baru lahir bisa mengenali suara ibunya sejak lahir.
Anak yang mendapatkan ASI juga mampu mengenali aroma tubuh ibunya dengan baik. Memori pengenalan atau recognition memory berkembang sangat pesat selama tahun pertama. Ini adalah kemampuan mengenali kembali objek atau orang setelah jeda waktu tertentu.
Ketika berusia 9 bulan, anak bisa mengingat informasi spesifik seperti lokasi mainan disimpan. Mereka juga mulai meniru tindakan yang dilihat hingga seminggu sebelumnya.
Hal tersebut menunjukkan anak yang lebih besar telah memiliki recall memory. Kemampuan ini berguna untuk mengingat detail pengalaman tertentu dalam waktu singkat.
Stimulasi Mengenali Wajah dan Benda
Interaksi dengan orang lain menjadi sarana anak mengembangkan kemampuan sosial dan komunikasi. Proses stimulasi memori dapat dioptimalkan melalui beberapa aktivitas sederhana.
Orang tua dapat mendekatkan wajah dengan jarak sekitar 20–30 cm saat berinteraksi. Jarak tersebut merupakan jangkauan penglihatan paling nyaman untuk bayi baru lahir. Meniru ekspresi lucu anak saat saling menatap juga membantu mereka memahami diri sebagai individu terpisah. Aktivitas lain yang bisa dilakukan adalah bermain dengan cermin yang aman saat sesi tummy time.
Permainan cilukba dengan menyembunyikan wajah atau mainan di balik selimut dapat dimulai sejak usia 3 bulan. Pada usia 9–12 bulan, anak bahkan bisa mengajak bermain lebih dulu. Melihat album foto bersama berguna membantu anak mengenali diri dan kerabat. Orang tua bisa menunjukkan foto sambil menyebutkan nama-nama anggota keluarga.
Melakukan kontak mata dan sering mengajak anak berbicara juga sangat penting. Anak akan menghubungkan suara dengan wajah ibunya, sehingga kemampuan pengenalan menjadi kuat. Langkah terakhir adalah melibatkan anggota keluarga lain atau pengasuh dekat untuk menghabiskan waktu bersama. Kegiatan ini melatih anak membedakan orang-orang yang sudah dikenalnya.