Kapal Tanker Minyak Iran Mulai Bergerak Menjelang Kesepakatan Damai
Sejumlah kapal tanker minyak yang memiliki keterkaitan dengan Iran dilaporkan mulai mengubah posisi mereka. Langkah ini diambil di tengah persiapan negara tersebut untuk menandatangani perjanjian damai. Kesepakatan ini diproyeksikan bakal membuka jalan bagi Teheran untuk segera melakukan penjualan minyak kembali.
Informasi pergerakan armada laut tersebut dilansir dari Bloombergtechnoz. Berdasarkan data pelacakan kapal yang dihimpun Bloomberg, terdapat empat kapal yang kedapatan menyalakan transponder mereka. Armada ini tampak mulai berlayar keluar dari Selat Hormuz atau Teluk Oman.
Dua dari empat armada laut tersebut merupakan kapal supertanker jenis very large crude carrier (VLCC). Kapal berukuran raksasa ini diketahui memiliki kapasitas angkut hingga dua juta barel minyak mentah.
Lembaga TankerTrackers.com Inc. mengonfirmasi lewat unggahan di media sosial X bahwa minimal ada tiga kapal yang meninggalkan posisi mereka. Sebelumnya, kapal-kapal tersebut bersiap di Pelabuhan Chabahar yang berada di luar Teluk Persia. Pihak TankerTrackers.com Inc. menyatakan bahwa keberadaan armada tersebut belum diketahui secara pasti setelah bergeser dari pelabuhan. Lembaga ini memantau aktivitas lewat citra satelit karena kapal Iran sering mematikan sinyal.
Para pelaku pasar kini mengamati pergerakan pasokan minyak Iran dengan cermat. Penghentian blokade Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran menjadi fokus perhatian utama karena akan memengaruhi kondisi pasar global. Potensi lonjakan penjualan minyak dari Teheran diprediksi akan menambah jumlah pasokan ke pasar global. Tekanan terhadap harga minyak mentah sendiri dilaporkan terus meningkat semenjak rencana kesepakatan damai ini diumumkan.
Perusahaan analisis data Kpler mengestimasi ada sekitar 68 juta barel pasokan minyak milik Iran yang tertahan akibat aksi blokade. Namun, draf perjanjian terbaru mengindikasikan aturan pelonggaran sanksi akan segera berlaku. Iran dipastikan bakal menerima keringanan sanksi di muka yang mempermudah penjualan komoditas energi tersebut.
Laporan mengenai draf kesepakatan yang hampir final ini sebelumnya telah dipublikasikan pada hari Selasa. Media lokal di Iran turut mengabarkan bahwa proses pembukaan blokade laut oleh Amerika Serikat sudah mulai berjalan. Aksi blokade sepihak dari militer berkebangsaan Amerika tersebut sudah berlangsung sejak pertengahan April lalu.
Kantor Berita Mahasiswa Iran yang berstatus semi-resmi mengutip pernyataan dari Wakil Menteri Luar Negeri negara tersebut. Ia menyatakan bahwa pencabutan blokade angkatan laut AS kini telah memasuki tahapan implementasi resmi.
Di sisi lain, Komando Pusat AS belum memberikan respons atau keterangan resmi saat dimintai tanggapan via email mengenai pergerakan kapal. Blokade sebelumnya sempat memicu ketegangan bersenjata di wilayah perairan tersebut. Selama masa blokade, pasukan angkatan laut Amerika Serikat dilaporkan sempat melepaskan tembakan ke beberapa kapal tanker.
Tindakan tegas tersebut menyasar armada yang dinilai mencoba menerobos barisan penjagaan. Mengenai detail pergerakan terbaru, dua dari empat kapal yang mengaktifkan sinyal satelit merupakan jenis tanker bahan bakar. Satu kapal bergerak menuju Teluk Oman, sedangkan satu lainnya menuju lepas pantai Oman.
Proses negosiasi antara AS dan Iran saat ini sudah memasuki fase krusial menjelang seremonial penandatanganan resmi pada hari Jumat pekan ini. Perjanjian tersebut bakal mengakhiri dua blokade maritim besar sekaligus.
Kesepakatan damai ini nantinya akan menyudahi langkah pemblokiran Selat Hormuz yang dilakukan oleh pihak Teheran. Bersamaan dengan itu, pembatasan total terhadap seluruh aktivitas pelayaran niaga Iran oleh Amerika Serikat juga akan berakhir.