Kapal Perang China Tembakkan Amunisi Tajam di ZEEYepang
Kementerian Pertahanan Jepang mengonfirmasi bahwa kapal perusak rudal militer China menggelar latihan menembak amunisi tajam di dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang dekat Pulau Okinotori pada Minggu (19/7/2026).
Insiden ini menjadi momen pertama bagi Kementerian Pertahanan Jepang mengumumkan latihan amunisi tajam oleh kapal militer asing di ZEE miliknya. Latihan yang melibatkan senapan mesin tersebut berlangsung sekitar 180 kilometer barat daya Okinotori.
Sebelum latihan penembakan berlangsung, tiga kapal perang China—termasuk dua kapal perusak rudal dan satu kapal suplai—bersama satu kapal frigat Rusia terpantau berlayar menuju timur laut di Samudra Pasifik, sekitar 330 kilometer dari Okinotori.
Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi mengungkapkan keterlibatan kedua negara tersebut saat berbicara di Farnborough International Airshow di Inggris pada Senin (20/7/2026), sembari menyoroti makin eratnya kerja sama militer Beijing dan Moskow.
Ancaman terhadap keselamatan pelayaran sipil menjadi perhatian utama pemerintah Jepang. Sekretaris Kabinet Minoru Kihara menegaskan dalam jumpa pers bahwa latihan tersebut memicu mobilisasi pengawasan udara dan laut oleh militer Jepang.
"part of a move by the two militaries toward strengthening their cooperation," kata Minoru Kihara, Juru Bicara Pemerintah Jepang.
Pihak militer China dilaporkan sempat memberikan peringatan dini kepada kapal-kapal di sekitar lokasi terkait durasi dan area latihan sebelum penembakan dimulai.
"could have endangered the navigation of nearby ships", ujar Minoru Kihara, Juru Bicara Pemerintah Jepang.
Melalui jalur diplomatik, Pemerintah Jepang telah menyampaikan nota keberatan kepada Beijing. Kihara menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau pergerakan kapal perang China dan Rusia di perairan sekitar Jepang dengan tingkat kewaspadaan tinggi.
"We will continue to monitor with concern the behaviours by Chinese and Russian vessels in the waters around our country," kata Minoru Kihara, Juru Bicara Pemerintah Jepang.
Di sisi lain, Beijing tidak mengakui klaim ZEE Jepang di area tersebut karena menganggap Okinotori sebagai terumbu karang, bukan pulau. Ketegangan regional ini bertepatan dengan insiden bentrokan antara personel laut China dan Filipina di Laut China Selatan pada Senin (20/7/2026).
Pemerintah Amerika Serikat mengecam tindakan agresif China tersebut. Kementerian Luar Negeri AS menilai tindakan provokatif Beijing mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan Pasifik.
"China’s troubling pattern of provocations against the Philippines’ legitimate maritime operations undermines regional peace and stability and directly contradicts China’s repeated commitments to resolve disputes peacefully," kata pihak Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio turut menegaskan dukungan Washington terhadap kebebasan navigasi di Asia Tenggara menjelang KTT ASEAN di Manila.
"freedom is by no means guaranteed. If these waters were to fall under the control of a power willing to use trade as a geopolitical weapon, both the United States and the Asean states would face serious new threats to their sovereignty, security, and economic future." ujar Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat.
Meski situasi di kawasan terus memanas, Rubio menyatakan keterbukaannya untuk menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di sela-sela agenda KTT ASEAN.