Kandungan Natrium Kecap Manis Berisiko Picu Hipertensi

Share

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memperingatkan masyarakat mengenai tingginya kandungan natrium dalam kecap manis yang berpotensi memicu peningkatan tekanan darah pada Selasa (23/6/2026). Bahan pelengkap makanan ini kerap luput dari perhatian dan dikategorikan sebagai garam tersembunyi karena rasanya yang dominan manis.

Kandungan natrium di dalam kecap manis dilansir dari Detik Health dinilai jauh lebih tinggi dari dugaan masyarakat. Penggunaan bahan pelengkap ini secara berlebihan dalam menu harian seperti soto, bakso, gudeg, atau bacem dapat membuat konsumsi natrium harian melebihi batas aman yang dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, penegasan mengenai risiko kesehatan ini disampaikan langsung oleh Menkes demi meningkatkan kesadaran publik.

"Teman-teman yang kalau makan soto atau penyetan selalu dikecapin, yang perlu hati-hati itu bukan gulanya," ujar Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI.

Ia menambahkan bahwa satu sendok makan kecap manis dapat mengandung kadar natrium yang sangat besar.

"Saya tidak menyangka kalau kecap manis ini sangat tinggi natriumnya. Satu sendok makan kecap manis itu mengandung sekitar 350 sampai 500 milligram natrium," lanjut Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI.

Berdasarkan standar kesehatan internasional, WHO menetapkan batas konsumsi natrium maksimal sebesar 2.000 miligram per hari bagi setiap individu. Konsumsi empat sendok makan kecap manis saja sudah dapat menghabiskan atau bahkan melampaui kuota aman tersebut.

"Kalau satu sendok makan berisi 350 sampai 500 mg natrium, empat sendok makan saja sudah mendekati bahkan bisa melewati batas harian," kata Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI.

Kelebihan asupan natrium yang terjadi secara terus-menerus memiliki korelasi erat dengan penyakit kardiovaskular bawaan.

"Kalau suka gudeg atau bacem, bayangkan berapa banyak kecap yang digunakan. Natrium yang tinggi ini pelan-pelan bisa membuat tekanan darah meningkat," lanjut Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author