KAI Commuter Tambah Empat Perjalanan Kereta di Yogyakarta dan Solo
PT KAI Commuter wilayah Yogyakarta menambah empat perjalanan Commuter Line mulai Rabu (27/5/2026) hingga 1 Juni untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada libur Hari Raya Iduladha dan Hari Lahir Pancasila.
Langkah taktis ini diambil guna mempermudah mobilitas masyarakat yang ingin menuju berbagai destinasi wisata, dilansir dari Detik Travel. Penambahan kapasitas angkut ini diprediksi mampu mengakomodasi pergerakan penumpang di kawasan Yogyakarta, Solo, hingga Karanganyar selama periode libur panjang tersebut.
"Penambahan perjalanan Commuter Line ini diharapkan memudahkan masyarakat untuk menuju destinasi wisata di wilayah Yogyakarta, Solo, hingga Karanganyar dan mengantisipasi lonjakan penumpang," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda, di Yogyakarta, dikutip dari detikJateng, Rabu (27/5/2026).
Lonjakan volume pengguna diantisipasi akan mengalami kenaikan signifikan dibandingkan dengan hari-hari biasa. Manajemen memproyeksikan pertumbuhan jumlah penumpang harian mencapai puluhan ribu orang selama masa liburan.
"Total menjadi 31 perjalanan setiap harinya dan mengoperasikan sebanyak 10 perjalanan Commuter Line Prameks," kata Karina Amanda.
Pengoperasian puluhan armada kereta tersebut dibagi secara merata untuk melayani rute dari Stasiun Palur menuju Stasiun Yogyakarta maupun sebaliknya. Jadwal keberangkatan paling awal dimulai dari subuh hingga perjalanan terakhir pada malam hari.
"Untuk Commuter Line Prameks, perjalanan tersedia mulai pukul 06.40 WIB – 18.05 WIB untuk keberangkatan Yogyakarta tujuan Kutoarjo, dan pukul 05.10 WIB – 18.45 WIB untuk keberangkatan Kutoarjo tujuan Yogyakarta," kata Karina Amanda.
Kepadatan penumpang dipastikan akan terpusat di stasiun-stasiun besar penopang jalur wisata utama. Pihak KAI Commuter mencatat stasiun di pusat kota Yogyakarta selalu mendominasi angka pergerakan pengguna tertinggi saat akhir pekan panjang.
"Stasiun Lempuyangan sekitar 4-5 ribu pengguna per hari," kata Karina Amanda.
Penumpukan penumpang di lokasi utama diantisipasi dengan mengalihkan arus keberangkatan maupun kedatangan ke stasiun terdekat yang kapasitasnya masih memadai. Manajemen menyarankan opsi stasiun alternatif bagi masyarakat yang bepergian menuju wilayah Jawa Tengah.
"Pengguna bisa menjadikan stasiun ini sebagai stasiun alternatif keberangkatan menuju Klaten, Solo, maupun Palur," kata Karina Amanda.