Kadet Pilot Angkatan Udara Israel Ditemukan Tewas di Pangkalan
Seorang calon pilot Angkatan Udara Israel ditemukan tewas akibat bunuh diri di pangkalan militer bagian selatan Israel pada Minggu (9/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui laporan surat kabar Ibrani, Haaretz. Kadet yang sedang mengikuti program pelatihan penerbangan militer tersebut menjadi bagian dari gelombang kasus bunuh diri yang melonjak di kalangan personel militer Israel. Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus krisis kesehatan mental prajurit pasca-pecahnya konflik di Gaza sejak Oktober 2023.
Hampir 50 tentara Israel yang masih aktif bertugas dilaporkan tewas bunuh diri akibat menderita tekanan mental hebat. Sebagian besar prajurit mengalami gangguan stres pasca-trauma (PTSD) setelah menyaksikan kengerian selama menjalankan operasi tempur di Gaza.
Data dari Haaretz mencatat sebanyak 17 tentara Israel bunuh diri sepanjang tahun 2026 ini. Angka tersebut melengkapi catatan sebelumnya, yakni 24 tentara pada tahun 2024 dan 17 orang pada tahun 2023, di mana tujuh di antaranya tewas setelah perang Gaza dimulai.
Krisis ini diperparah oleh minimnya tenaga profesional kesehatan mental di lingkungan militer, seperti psikiater, psikolog, dan pekerja sosial. Kondisi tersebut memicu keterbatasan sistemik dalam membantu prajurit cadangan, prajurit yang telah diberhentikan, serta unit khusus yang mengalami trauma berat, termasuk tim identifikasi jenazah. Sebelum insiden calon pilot ini, dua prajurit perempuan reguler dan satu prajurit cadangan juga dilaporkan tewas bunuh diri pada bulan sebelumnya. Saat ini, divisi rehabilitasi tentara Israel terus menerima ratusan prajurit setiap bulan yang mengalami cedera psikologis akibat pengalaman tempur.