John Herdman Siapkan Skuad Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman tengah mempersiapkan program regenerasi jangka panjang guna meloloskan skuad Garuda ke putaran final Piala Dunia 2030, seperti dilansir dari Bola pada Selasa (12/5/2026).
Arsitek tim asal Inggris tersebut kini diperhadapkan pada sederet agenda penting seperti FIFA matchday, Piala AFF, FIFA ASEAN Cup, serta Piala Asia 2027.
Nakhoda berusia 50 tahun yang pernah sukses membawa Kanada ke Piala Dunia 2022 itu menegaskan pentingnya memantau bakat lokal usia muda di kompetisi domestik maupun pemain keturunan di luar negeri.
"Menurut saya ini generasi yang sangat menarik. Hal terpenting dalam membangun sebuah tim adalah memahami timnas ini ingin dibawa ke mana pada tahun 2030. Karena di situlah semuanya benar-benar akan diuji," kata John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Mantan pelatih Kanada tersebut menambahkan bahwa proses pencarian dan pengembangan bakat baru harus berjalan secara dinamis berkaca dari pengalamannya terdahulu.
"And yang harus dipahami, proses pengembangan pemain itu selalu dinamis. Pemain bisa muncul kapan saja. Saya belajar itu saat menangani Timnas Kanada." ujar John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Ia mencontohkan beberapa nama pemain yang kini mampu menembus kompetisi tertinggi di Eropa meskipun awalnya tidak masuk dalam daftar pantauan utama.
"Tajon Buchanan misalnya, yang sekarang bermain di level top Eropa (Inter Milan), dulu bahkan belum masuk daftar. Jonathan David (Lille) juga begitu. Tidak ada yang menyangka dia bisa berkembang sejauh itu," kata John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Demi menjaga kesinambungan program tersebut, tim pelatih diwajibkan aktif bergerak memantau pemain sejak usia 15 tahun dan bersinergi dengan direktur teknik tim nasional.
"Jadi pertama, kita harus memahami bahwa perkembangan pemain itu sangat dinamis. Tapi kita juga harus aktif mencari. Kita harus melihat pemain usia 15 tahun," ujar John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Herdman juga menilai perlunya komunikasi intensif bersama Alex Zwiers selaku Direktur Teknik untuk memetakan pemain potensial dalam sistem yang ada.
"Kita harus berdiskusi dengan Direktur Teknik seperti Alex Zwiers untuk memahami siapa saja pemain dalam sistem yang punya potensi berkembang lebih cepat," kata John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Langkah strategis berikutnya yang harus diambil oleh manajemen tim adalah memberikan menit bermain di kancah internasional guna mempercepat kematangan bertanding mereka.
"Dan percepatan perkembangan itu jadi kata kunci penting. Karena tugas kami adalah mengenali pemain-pemain muda yang punya potensi besar. Lalu ketika mereka diberi pengalaman internasional lebih cepat, karier mereka bisa melonjak ke level berikutnya," ujar John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Kehadiran menit bermain di level yang lebih tinggi diyakini akan membuka peluang besar bagi para pemain muda untuk menaikkan kelas permainan mereka.
"Karena mereka sudah punya profil yang cocok dan kualitas di posisinya juga menjanjikan. Jadi tanda-tandanya sudah terlihat bahwa pemain ini punya kualitas untuk berkembang lebih jauh. Tinggal bagaimana kami memberi mereka pengalaman dan kesempatan di level yang lebih tinggi. Karena dari situ ada peluang mereka bisa naik kelas lebih cepat." kata John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Meskipun kemunculan talenta baru tidak dapat diprediksi secara kaku, Herdman menginginkan sebuah cetak biru program yang terstruktur dan terarah jelas.
"Jadi ketika saya bilang perkembangan skuad itu dinamis, maksudnya pemain baru bisa muncul kapan saja. Tapi di saat yang sama, proses itu juga harus dirancang dengan jelas dan terarah. Kami harus memberi kesempatan kepada pemain muda potensial." ujar John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Salah satu nama di kompetisi domestik yang mendapat perhatian khusus adalah bek berumur 19 tahun milik klub Borneo FC.
"Seperti Alfharezzi Buffon misalnya, pemain 19 tahun yang bermain reguler di Borneo FC. Pemain seperti itu perlu diberi kesempatan sekarang juga untuk menunjukkan kualitasnya di level lebih tinggi," kata John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Selain fokus pada kompetisi lokal, tim pelatih nasional saat ini juga sedang melakukan pemantauan intensif terhadap beberapa pemain keturunan yang tersebar di sejumlah negara.
"Sebagai pelatih, saya harus benar-benar berkomitmen soal itu. Tapi di saat yang sama, kami juga ada pemain diaspora. Ada pemain muda di Jerman yang kami pantau. Ada dua pemain muda di Jerman yang sedang kami pantau," ujar John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Guna membangun kekuatan yang merata, talenta diaspora dari wilayah Eropa hingga Amerika Serikat terus dianalisis kapasitasnya.
"Ada juga dua pemain di Belanda. Ada pemain di Australia dan Amerika Serikat. Semua sedang kami lihat potensinya untuk masa depan Timnas Indonesia. Jadi tugas kami adalah menjaga keseimbangan". kata John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Herdman menggarisbawahi bahwa target jangka panjang ini membutuhkan ketersediaan pemain yang merumput di kompetisi sepak bola tertinggi dunia.
"Antara pemain muda lokal yang punya potensi besar, dengan pemain diaspora yang juga bisa menjadi bagian proyek menuju Piala Dunia 2030. Tapi yang harus dipahami di sini adalah Indonesia membutuhkan lebih banyak pemain level tier 1 dan tier 2 yang bermain di liga top dunia. Minimal di liga top Eropa atau level tepat di bawahnya". ujar John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Proses identifikasi dini terhadap pemain-pemain berbakat tersebut kini menjadi fokus utama yang dikerjakan oleh internal tim kepelatihan.
"Kita harus bisa mengenali pemain yang punya potensi ke sana. Lalu memberi mereka kesempatan untuk berkembang. Itulah misi utama departemen teknis Timnas Indonesia saat ini," kata John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.