Jepang Targetkan Kunjungan 60 Juta Wisatawan Asing pada 2030

Share

Pemerintah Jepang menetapkan target ambisius untuk mendatangkan 60 juta pengunjung asing pada tahun 2030. Angka ini melonjak sekitar 40 persen dibandingkan dengan catatan pada tahun 2025.

Rencana dasar kelima untuk mempromosikan negara berorientasi pariwisata tersebut telah disetujui oleh pemerintah setempat. Dikutip dari Detik Travel, kebijakan ini diambil demi terus mendongkrak angka kunjungan pelancong internasional ke Negeri Sakura.

Apabila target tersebut tercapai, Jepang harus menerima sekitar 160.000 kedatangan wisatawan per hari. Jika rata-rata waktu tinggal pelancong mencapai 10 hari, maka diperkirakan ada 1,6 juta turis asing yang berada di negara tersebut setiap harinya.

Jumlah harian itu mendekati 40 persen dari total 4,13 juta penduduk asing yang tercatat pada akhir tahun 2025. Angka tersebut juga setara dengan sekitar 1,3 persen dari keseluruhan populasi Jepang yang mencapai 120 juta jiwa.

Pemerintah Jepang menilai julukan overtourism atau kepadatan pariwisata berlebih yang sering disematkan saat ini cenderung berlebihan. Pengendalian kerumunan pada festival kembang api diklaim menjadi bukti nyata bahwa manajemen pariwisata dapat dikelola melalui langkah-langkah yang tenang dan praktis.

Target kunjungan 60 juta orang ini juga berarti ada sekitar 320.000 orang yang akan masuk dan keluar melalui bandara setiap hari, di luar pergerakan wisatawan domestik. Pada saat yang sama, pemerintah setempat menargetkan jumlah warga Jepang yang bepergian ke luar negeri dapat melampaui rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 20,08 juta orang.

Saat ini, arus penerbangan internasional Jepang masih sangat bergantung pada Bandara Haneda dan Narita di wilayah Tokyo, serta Bandara Internasional Kansai di Prefektur Osaka. Namun, perluasan kapasitas penerbangan di wilayah ibu kota diperkirakan tidak akan meningkat pesat dalam waktu dekat akibat penundaan pembangunan landasan pacu ketiga di Narita dan kendala kurangnya staf bandara.

Ketimpangan Destinasi Wisata dan Strategi Regional

Berdasarkan data kunjungan wisatawan asing per prefektur pada tahun 2025, pergerakan turis masih terpusat di kota-kota besar. Tokyo menyumbang 34 persen dari total kunjungan, diikuti Prefektur Osaka sebesar 14 persen, Prefektur Kyoto sebesar 11 persen, Hokkaido sebesar 7 persen, Okinawa sebesar 5 persen, dan Prefektur Fukuoka sebesar 4 persen.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan wilayah di luar tiga area metropolitan utama, yang mencatatkan tingkat hunian kamar hotel di bawah 60 persen pada tahun 2025. Oleh karena itu, pencapaian target tahun 2030 akan sangat bergantung pada strategi pemerintah dalam mengarahkan wisatawan asing menuju destinasi regional.

Upaya menarik minat pelancong ke bandara regional memerlukan perluasan rute penerbangan internasional yang signifikan, termasuk optimalisasi bandara yang telah mengoperasikan penerbangan dari Tiongkok dan negara lainnya. Promosi yang realistis dirancang dengan menetapkan satu bandara utama di setiap blok regional untuk dihubungkan langsung ke jaringan transportasi utama dan situs wisata lokal.

Pengembangan pariwisata regional ini melibatkan 10 organisasi manajemen destinasi wilayah luas, salah satunya Organisasi Promosi Pariwisata Tohoku. Lembaga-lembaga ini menyatukan operator kereta api lokal, sektor perbankan, dan pemerintah daerah guna memperkuat daya tarik serta aksesibilitas wilayah bagi para pendatang.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Jepang Pariwisata Turis Asing
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author