Jasveer Singh Soroti Pola Pengasuhan Ayah yang Sulit Pahami Anak

Share

Kesenjangan emosional dalam hubungan keluarga sering kali dipicu oleh pola pengasuhan yang mengontrol dan dominan dari sosok ayah terhadap anak. Pendiri Knot Dating, Jasveer Singh, mengungkapkan pandangan tersebut seperti dilansir dari HaiBunda melalui unggahan di media sosial X pribadinya.

Pria yang pernah masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia itu menilai banyak ayah memahami kehidupan luar anak mereka, tetapi gagal menjalin hubungan emosional yang mendalam. Akibatnya, anak-anak merasa kurang nyaman untuk terbuka.

Singh menjelaskan bahwa sikap dominan kerap diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Hal ini membuat kontrol dinilai sebagai sebuah kebiasaan keluarga ketimbang sebuah pilihan pengasuhan.

"Banyak orang tua, terutama di India, tidak dapat menerima bahwa anak mereka mungkin lebih tahu daripada mereka. Tidak masalah jika sang ayah hanya bersekolah hingga kelas 10 dan sang anak memiliki gelar PhD. Ia tetap akan memberi tahu anaknya apa yang harus dilakukan, bagaimana melakukannya, dan karier apa yang harus dipilih," kata Jasveer Singh, Pendiri Knot Dating.

Sikap tersebut didasari oleh keyakinan bahwa posisi sebagai orang tua secara otomatis menuntut kepatuhan mutlak dari anak. Kendali orang tua kerap dianggap lebih penting daripada dialog yang setara.

"Bukan karena seorang ayah benar-benar lebih tahu. Tetapi karena dalam pikirannya, argumennya sederhana, yakni 'Aku ayahmu, maka kamu harus mendengarkan aku'. Itu saja," ujar Jasveer Singh, Pendiri Knot Dating.

Kondisi ini membuat anak jarang diakui sebagai individu dewasa yang mandiri. Hubungan kekeluargaan pun bergeser menjadi hierarki kekuasaan yang kaku.

"Anak-anak di India jarang diperlakukan seperti orang dewasa yang mandiri. Mereka diperlakukan seperti milik keluarga, 'Aku yang melahirkan kamu. Aku yang membesarkan kamu.

Jadi aku yang memutuskan'. Itu bukan hubungan orang dewasa. Itu seperti bos berbicara kepada karyawan, dan bagi sebagian besar keluarga, hal itu tidak pernah berubah," tutur Jasveer Singh, Pendiri Knot Dating.

Menurut Singh, tekanan untuk selalu patuh membuat anak-anak enggan mengajukan pertanyaan atau mengutarakan pandangan berbeda. Hal ini berpotensi merusak kepercayaan diri dan keterbukaan anak hingga mereka tumbuh dewasa.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author