Jasa Marga Integrasikan Strategi Keberlanjutan Guna Mitigasi Perubahan Iklim
PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat komitmen dalam mendukung agenda nasional untuk mengendalikan perubahan iklim global. Langkah ini direalisasikan dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh aspek operasional perusahaan jalan tol terbesar di Indonesia tersebut.
Seperti dikutip dari Bloomberg Technoz, manajemen menganggap mitigasi dampak lingkungan sebagai bagian krusial dari strategi bisnis jangka panjang. Berbagai program dijalankan untuk menyokong target pemerintah dalam menurunkan emisi Gas Rumah Kaca.
Aktivitas mitigasi ini mencakup pemantauan cuaca ekstrem, pembangunan infrastruktur tahan bencana, hingga perluasan ruang terbuka hijau. Perusahaan juga menerapkan penggunaan material jalan yang lebih adaptif terhadap suhu tinggi di koridor tol.
Selain itu, pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan terus diperkuat guna menjaga keseimbangan ekosistem. Operasional perusahaan juga mulai mengoptimalkan pemakaian kendaraan listrik beserta pemasangan panel surya di berbagai fasilitas.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan seluruh langkah keberlanjutan yang dilakukan perusahaan berlandaskan pada Roadmap Net Zero Emission atau NZE yang telah disusun secara komprehensif.
Menurutnya, roadmap tersebut menjadi panduan utama perusahaan dalam menentukan target dan strategi pengurangan emisi dalam jangka panjang.
"Penyusunan Roadmap NZE ini merupakan manifestasi dari komitmen Jasa Marga untuk berperan aktif dalam upaya nasional menghadapi krisis iklim global. Kami berupaya memastikan setiap langkah ekspansi operasional yang diambil perusahaan senantiasa berjalan selaras dengan tujuan global. Hal ini sekaligus menjadi sarana Jasa Marga Group dalam meningkatkan aspek transparansi serta akuntabilitas tata kelola lingkungan kepada publik. Kami percaya bahwa menghadirkan layanan jalan tol yang aman, nyaman, dan berkeselamatan harus berjalan beriringan dengan komitmen menjaga ekosistem bumi," jelas Rivan.
Dokumen perencanaan tersebut memuat kalkulasi emisi dasar beserta sejumlah skenario pengurangan emisi. Formula ini menjadi acuan utama bagi target jangka panjang perusahaan ke depan.
Komitmen lingkungan ini juga dibuktikan lewat aksi nyata sepanjang tahun 2025. Jasa Marga Group tercatat telah menanam sebanyak 31.130 pohon di berbagai wilayah operasional jalan tol.
Langkah penghijauan ini berfungsi memperkuat kapasitas penyerapan karbon sekaligus menjaga fungsi ekologis di sekitar jalur tol. Program serupa dipastikan akan terus bergulir sepanjang tahun 2026.
Pada sektor infrastruktur, empat ruas tol kelolaan kini telah mengantongi sertifikasi Green Toll Road Indonesia. Ruas tersebut meliputi Jalan Tol Bali Mandara, Jalan Tol Kunciran-Serpong, Jalan Tol Gempol-Pandaan, dan Jalan Tol Pandaan-Malang.
Inovasi energi bersih juga diimplementasikan lewat teknologi Hybrid Wind Tree di Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi. Perangkat turbin angin berbentuk pohon ini dipadukan dengan panel surya untuk menyuplai listrik operasional.
Teknologi tersebut berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia atau MURI. Jasa Marga dinilai sebagai pionir dalam pemasangan sistem pemanen energi hibrida di jalan tol nasional.
Guna mempermudah transisi energi bagi masyarakat, penyediaan fasilitas pengisian daya baterai kendaraan listrik terus dipacu. Jasa Marga mengoptimalkan fasilitas ini pada titik-titik rest area.
“Sebagai kontribusi nyata dalam mendukung masyarakat beralih ke energi bersih, Jasa Marga juga terus mengakselerasi penyediaan infrastruktur kendaraan listrik di sepanjang koridor jalan tol Jasa Marga Group. Kami juga telah menambah jumlah SPKLU secara masif dan kini telah tersedia 144 titik layanan di seluruh rest area Jasa Marga Group. Langkah ini juga berjalan beriringan dengan kebijakan internal kami, salah satunya melalui inisiatif penggunaan kendaraan listrik sebagai armada dinas perusahaan sebagai upaya mengurangi emisi,” tambah Rivan.
Penyediaan 144 titik stasiun pengisian daya tersebut menjadi pilar penting penyokong ekosistem kendaraan listrik nasional. Atas segala inisiatif ini, perusahaan sukses mengamankan sejumlah penghargaan bergengsi.
Penghargaan tersebut di antaranya Indonesia Green Awards 2026 untuk tata kelola sampah di Rest Area Travoy KM 88B Tol Cipularang. Ditambah perolehan Gold Rank pada Asia Sustainability Report Rating 2025 serta tiga apresiasi di Top CSR Awards 2026.
Kinerja keberlanjutan ini selaras dengan capaian efisiensi energi sepanjang tahun 2025. Jasa Marga Group berhasil memangkas konsumsi listrik sebesar 1,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penghematan listrik di area kantor pusat bahkan menyentuh angka 7,89 persen. Sementara itu, penggunaan bahan bakar minyak untuk armada operasional mampu ditekan hingga 2,56 persen.
Rivan menegaskan bahwa kesadaran terhadap isu perubahan iklim sekarang telah menjadi bagian dari budaya kerja seluruh insan Jasa Marga Group.
“Kami menyadari sepenuhnya bahwa penyediaan infrastruktur jalan tol yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional juga membawa konsekuensi terhadap peningkatan emisi dari aktivitas kendaraan pengguna jalan. Menyadari hal ini, mitigasi perubahan iklim telah kami integrasikan sebagai tanggung jawab kolektif seluruh insan Jasa Marga di bawah koordinasi langsung Komite Sustainability,” tutup Rivan.