Jalan Kaki Mampu Menurunkan Tekanan Darah Selama Beberapa Jam

Share

Berbagai hasil riset membuktikan bahwa aktivitas jalan kaki memiliki efek positif dalam menurunkan tekanan darah. Efek penurunan ini bahkan dapat bertahan hingga beberapa jam setelah aktivitas fisik tersebut selesai dilakukan.

Para pakar kesehatan menyebut fenomena penurunan tekanan darah setelah berolahraga ini sebagai post-exercise hypotension. Namun, masyarakat sering kali mempertanyakan waktu yang paling ideal untuk berjalan kaki demi mendapatkan hasil optimal.

Dikutip dari Detik Health, beberapa penelitian menunjukkan bahwa berjalan kaki pada sore atau malam hari memberikan manfaat yang lebih besar. Meskipun demikian, perbedaan efektivitasnya tidak terlalu signifikan jika dibandingkan dengan jalan kaki di pagi hari.

Pilihan waktu olahraga menjelang jam istirahat tetap perlu diperhatikan agar tidak mengganggu istirahat. Jason V Tso, MD, seorang ahli jantung di Stanford University School of Medicine, menjelaskan bahwa olahraga intens menjelang waktu tidur dapat berdampak negatif pada kualitas tidur.

"Jadi bagi yang susah tidur setelah jalan cepat, boleh-boleh saja olahraga di waktu yang lain," kata Jason V Tso, MD.

Para pakar pada akhirnya menyepakati bahwa waktu terbaik untuk berjalan kaki adalah kapan saja, selama seseorang memiliki waktu luang untuk melakukannya.

Manfaat kesehatan dari jalan kaki ternyata lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu dibandingkan dengan pilihan waktu pelaksanaannya. Faktor pertama yang sangat menentukan adalah konsistensi dari orang yang melakukannya.

Manfaat terbesar bagi tekanan darah akan muncul secara signifikan ketika seseorang bergerak secara konsisten selama beberapa pekan atau bulan. Selain itu, kondisi awal atau baseline tekanan darah juga turut memengaruhi hasil.

Perubahan kondisi tubuh akan terlihat semakin besar apabila tekanan darah seseorang berada di angka yang tinggi saat mulai rutin berjalan kaki. Sebaliknya, kebiasaan tidak sehat dapat menghambat tercapainya hasil yang maksimal.

Kondisi seperti stres kronis dan kurang tidur dapat memicu kenaikan tekanan darah, sehingga membuat manfaat jalan kaki menjadi kurang optimal. Pola makan buruk seperti diet tinggi natrium juga memberikan dampak negatif yang sama.

Faktor terakhir yang berpengaruh adalah kecepatan berjalan kaki yang berkaitan erat dengan intensitas aktivitas. The American Heart Association merekomendasikan aktivitas fisik intensitas sedang, termasuk jalan kaki, setidaknya 150 menit setiap pekan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author