Jalan Cepat 15 Menit Sehari Mampu Turunkan Risiko Kematian Dini

Share

Rekomendasi olahraga selama 150 menit setiap minggu telah lama menjadi standar umum untuk menjaga kebugaran tubuh. Namun, durasi tersebut terkadang masih sulit dicapai oleh sebagian orang dalam kehidupan sehari-hari.

Dilansir dari Detik Health, para peneliti mengungkapkan bahwa jalan cepat dengan durasi minimal 15 menit per hari sudah mampu memberikan manfaat kesehatan yang luar biasa bagi tubuh manusia.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Preventive Medicine melibatkan sekitar 85 ribu orang sebagai peserta pada periode tahun 2002 hingga 2009. Seluruh partisipan diminta mengisi kuesioner terkait kebiasaan aktivitas fisik, kecepatan berjalan, hingga kondisi kesehatan mereka.

Para peserta kemudian diminta kembali untuk mengisi kuesioner serupa sekitar 16 tahun kemudian. Langkah ini dilakukan oleh tim ahli untuk melihat perkembangan kesehatan para peserta dalam jangka panjang.

Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa peserta yang rutin berjalan cepat minimal 15 menit setiap hari mengalami penurunan risiko kematian dini hingga hampir 20 persen. Sebaliknya, peserta yang berjalan lambat selama lebih dari tiga jam sehari hanya mengalami penurunan risiko sekitar 4 persen.

"Saya ingin menekankan bahwa semua jenis aktivitas fisik, baik berjalan lambat maupun cepat, tetap memberikan manfaat. Namun, yang kami temukan adalah berjalan cepat selama sedikitnya 15 menit sehari memberikan manfaat yang terbukti signifikan," kata Zheng, Direktur Vanderbilt Epidemiology Center sekaligus Anne Potter Wilson Professor in Medicine di Vanderbilt University Medical Center, dikutip dari CNN, Sabtu (11/7/2026).

National Health Service (NHS) Inggris memberikan panduan praktis untuk mengetahui apakah kecepatan berjalan kaki sudah cukup. Salah satu tandanya adalah ketika tubuh masih mampu berbicara, tetapi sudah tidak sanggup lagi bernyanyi saat berjalan.

Sejumlah penelitian terdahulu juga membuktikan bahwa aktivitas berjalan cepat secara rutin dapat membantu menurunkan risiko gagal jantung, gangguan irama jantung atau aritmia, serta penyakit diabetes tipe 2.

Olahraga jalan kaki secara umum menyimpan beragam dampak positif untuk menunjang kesehatan tubuh. Aktivitas ini berkhasiat membantu mengontrol berat badan, menjaga kadar gula darah, mengurangi risiko kanker, meredakan nyeri pada sendi, hingga meningkatkan fungsi sistem imun.

Riset paling baru turut membuktikan bahwa berjalan kaki setiap hari dapat meminimalkan risiko demensia atau penurunan fungsi kognitif. Manfaat ini sangat terasa bagi individu yang mempunyai kecenderungan genetik mengalami penyakit Alzheimer.

"Ketika seseorang rutin berolahraga, pembuluh darah menjadi lebih mudah rileks dan melebar. Olahraga juga membantu menurunkan kadar kolesterol. Secara keseluruhan, hal tersebut dapat mengurangi risiko kanker maupun penyakit lain yang membahayakan kesehatan," jelas Andrew Freeman, Direktur Pencegahan dan Kesehatan Kardiovaskular di National Jewish Health.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author