Jakarta Movin Gelar Musikal Senja Teduh Pelita Juli 2026
Kelompok sandiwara Jakarta Movin menggelar pertunjukan musikal berjudul Senja Teduh Pelita di Graha Bhakti Budaya, kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta pada 3 hingga 12 Juli 2026. Dilansir dari Detikcom, pementasan ini mengadaptasi 20 lagu milik grup musik Maliq & D'Essentials menjadi sebuah jalinan cerita panggung.
Proses adaptasi karya musik tersebut didukung oleh Indonesia Kaya dan telah dipersiapkan sejak dua tahun terakhir. Langkah kolaborasi lintas media ini diambil setelah Jakarta Movin sukses mengadaptasi lagu-lagu dari Tulus, RAN, serta film Petualangan Sherina.
Sutradara sekaligus produser Jakarta Movin, Nuya Nusantono menyatakan bahwa visi mereka adalah membuat pertunjukan musikal yang dapat dinikmati oleh khalayak ramai. Ia menambahkan bahwa strategi menggandeng dunia musik tahun ini bertujuan agar semakin banyak orang mengenal seni musikal melalui bagian dari budaya pop Indonesia.
"Visi kami memang ingin membuat musikal buat dinikmati khalayak ramai, mau lebih banyak orang yang mengenal musikal. Arah musikal kami cenderung ke pop, musik jadi bagian pop culture Indonesia strateginya adalah kerja sama lintas media setelah sebelumnya dengan film Petualangan Sherina, tahun ini dengan musik," ungkap Nuya Nusantono, Sutradara dan Produser Jakarta Movin.
Nuya yang menyukai karya-karya Angga dan kawan-kawan sejak remaja menilai musik grup tersebut memiliki pendengar lintas generasi yang luas. Menurut pandangannya, interpretasi karya grup musik tersebut tidak terbatas pada kisah asmara semata.
"Maliq itu identik dengan romansa ya, kalau dikulik lagi banyak interpretasi yang luas. Sebenarnya gak terbatas romansa cinta-cintaan saja, diperluas cinta untuk keluarga, teman-teman, perasaan jatuh cinta, maupun kepada kehidupan kita," terang Nuya Nusantono, Sutradara dan Produser Jakarta Movin.
Vokalis utama Maliq & D'Essentials, Angga Puradiredja mengaku tidak menyangka lagu-lagunya diangkat menjadi sebuah cerita panggung. Ia mengenang kembali momen pembuatan lagu Senja Teduh Pelita yang digarap setelah peluncuran album ketujuh mereka.
"Ini kan lagu tentang kehidupan ya, gue kan ngerti tentang cinta doang ya, gue minta dong interpretasikan Maliq yang biasa kita bawain, terciptalah Senja Teduh Pelita. Tiba-tiba 10 tahun kemudian, inspirasi musikal ini dari lagu-lagu yang gue gak ngerti," kata Angga Puradiredja, Vokalis Maliq & D'Essentials.
Angga tidak membayangkan karya musik mereka terus memberikan inspirasi bagi media lain hingga saat ini. Menanggapi kerja sama ini, vokalis Indah Wisnuwardhana melihat kolaborasi bersama Jakarta Movin sebagai kesempatan dan ruang baru bagi karya mereka setelah 24 tahun berkarya.
"Lebih suistanable lagi, buat kita kolaborasi dengan Jakarta Movin ini jadi satu kesempatan baru punya media baru yang menginspirasi. Buat aku, jadi suatu excitement baru. Aku pengin lagu-lagu bisa mengisi kehidupan teman-teman lebih lama lagi," sambung Indah Wisnuwardhana, Vokalis Maliq & D'Essentials.
Pertunjukan ini merangkai sejumlah karya populer seperti Himalaya, Aurora, Jalan Pulang, Senja Teduh Pelita, hingga lagu dari album baru bertajuk Begini Begitu. Kisah dalam musikal ini mengambil latar belakang fiksi ilmiah futuristik saat sistem pemerintahan dikisahkan telah runtuh.
Cerita berfokus pada tokoh anak bernama Arah yang diperankan oleh Alf Elijah Sigarlaki dan Daria Lakshmi Algamar yang membentuk kelompok Pasukan Pelita. Kelompok pembuka harapan masa depan ini beranggotakan sembilan anak dengan keahlian spesifik mulai dari mekanika, sejarah, astronomi, botani, pertukangan, hingga musik.