Jadon Sancho Berlatih di Klub Kasta Ke-10 Inggris usai Bebas Transfer

Share

Pemain sayap asal Inggris, Jadon Sancho, menggunakan fasilitas klub divisi ke-10, Flixton FC, untuk berlatih secara mandiri guna menjaga kebugaran fisik setelah resmi berstatus tanpa klub menyusul berakhirnya masa kontraknya di Manchester United per 30 Juni 2026.

Flixton FC mendapati kunjungan Sancho di markas latihan mereka di Valley Road, Greater Manchester, yang hanya berjarak sekitar 10 menit dari tempat latihan Manchester United di Carrington. Di klub non-liga tersebut, Sancho sempat dipandu oleh asisten pelatih Rhodri Giggs, yang merupakan saudara dari legenda Setan Merah, Ryan Giggs.

Status Sancho yang belum terikat kontrak dengan klub baru memicu spekulasi di media sosial. Namun, manajemen Flixton FC segera menerbitkan pernyataan resmi untuk mengklarifikasi bahwa kedatangan mantan pemain Borussia Dortmund tersebut murni hanya untuk menggunakan lapangan dan menjaga kondisi fisik.

"Selama beberapa hari terakhir, kami melihat sejumlah unggahan dan komentar yang beredar mengenai kunjungan Jadon Sancho ke Flixton FC," buka pemilik Flixton, Christopher Garcia.

Pemilik klub menegaskan bahwa kehadiran Sancho tidak berkaitan dengan agenda perekrutan pemain.

"Perlu kami clarified, Sancho tidak sedang menjalani uji coba (trial) bersama klub dan tidak terlibat dalam diskusi transfer apa pun. Dia hanya menggunakan fasilitas kami untuk sesi latihan pribadi guna menjaga kebugaran sembari mempersiapkan babak selanjutnya dalam kariernya," ungkap Garcia.

Pihak klub mengapresiasi profesionalisme yang ditunjukkan sang pemain selama berlatih di fasilitas mereka.

"Kami bangga bahwa kualitas lapangan dan fasilitas kami menjadikan Flixton tempat di mana pemain sekaliber dia merasa nyaman berlatih, dan ia dipersilakan untuk berlatih di Flixton FC kapan pun dia mau," ujar Garcia.

Manajemen juga memuji sikap rendah hati Sancho saat berinteraksi dengan masyarakat setempat.

"Selama kunjungannya, Sancho menunjukkan sikap yang sangat profesional, rendah hati, dan murah hati dalam meluangkan waktunya. Setelah menyelesaikan sesinya, dia dengan senang hati menemui para penggemar muda, berfoto bersama, memberikan tanda tangan, serta meninggalkan kesan mendalam," tambah Garcia.

Christopher Garcia pun meminta publik untuk tidak melayangkan kritik yang tidak berdasar kepada mantan pemain timnas Inggris tersebut.

"Sancho adalah pesepakbola kelas dunia yang telah meraih pencapaian luar biasa dalam kariernya. Dia layak mendapatkan penghormatan atas segala prestasinya maupun sikapnya selama kunjungan tersebut, bukan malah menerima kritik tak berdasar seperti yang terjadi belakangan ini," tutup Garcia.

Sancho sendiri menyampaikan kesannya saat melihat kualitas rumput di lapangan milik Flixton FC.

"Lapangannya bagus kok, saya pertama kali datang ke sini," ujarnya dalam video di media sosial resmi klub.

Pemain berusia 26 tahun itu membandingkan kualitas fasilitas yang ada di area tersebut.

"Tata letak di sini (Valley Road) bagus. Ini pertama kalinya saya melihat lapangan yang bagus (di area ini) selain milik United dan City," ucap Sancho seperti dilansir dari The Sun.

Pihak klub Flixton FC juga membagikan momen kedatangan sang winger melalui saluran komunikasi resmi mereka.

"Senang sekali Jadon Sancho datang untuk berlatih di Flixton FC. Mantan pemain sayap Manchester United ini telah menggunakan fasilitas latihan kami, dan kami juga berkesempatan untuk berinteraksi dengannya," tulis Flixton FC di media sosialnya.

Untuk mempertegas situasi transfer sang pemain, pihak klub kembali merilis pernyataan di jejaring sosial.

"Untuk memperjelas, Jadon tidak menjalani trial bersama klub dan tidak terlibat dalam pembicaraan transfer apa pun," tulis Flixton FC melalui media sosialnya.

Penurunan karier Sancho bermula setelah dibeli Manchester United senilai 73 juta poundsterling pada musim panas 2021. Di Old Trafford, performanya dinilai tidak maksimal karena masalah adaptasi, cedera, hingga perselisihan terbuka dengan manajer Erik ten Hag pada September 2023.

Perseteruan tersebut terjadi usai Sancho dicoret dari skuad saat menghadapi Arsenal. Ten Hag menyatakan keputusan tersebut murni berdasarkan performa sang pemain di sesi latihan.

"Berdasarkan performanya saat latihan kami tidak memilihnya. Di Manchester United Anda harus mencapai level tertentu setiap hari. Kami memiliki banyak pilihan di lini depan sehingga untuk pertandingan ini dia tidak dipilih," kata Ten Hag seperti dikutip dari Mirror.

Perselisihan itu berujung pada pengasingan Sancho dari tim utama. Sancho kemudian dipinjamkan ke Borussia Dortmund pada paruh kedua musim 2023-2024, di mana ia berhasil membawa klub Jerman tersebut menembus final Liga Champions. Namun, masa peminjaman berikutnya di Chelsea dan Aston Villa gagal menghasilkan kesepakatan permanen.

Sebelumnya, ketegangan antara Sancho dan jajaran pelatih juga pernah diungkap oleh Gareth Southgate saat pertama kali memanggilnya ke timnas Inggris pada Oktober 2018.

"Kisah Jadon adalah kisah yang tidak biasa bagi seorang pemain muda Inggris," ujar Gareth Southgate.

Southgate mengagumi keberanian Sancho muda yang memutus kontrak di akademi Manchester City untuk pindah ke Jerman.

"Dia cukup berani untuk pergi ke luar negeri dan bermain di klub besar dengan dukungan besar setiap pekan, serta memiliki kekuatan mental untuk menghadapi hal itu dan tampil menonjol. Keputusan pindah itu memberi tahu Anda sesuatu tentang karakternya dan Anda bisa melihatnya dari caranya bermain. Dia memiliki keyakinan yang luar biasa terhadap dirinya sendiri," kata Southgate.

Pujian serupa pernah disampaikan oleh mantan bek Manchester United, Rio Ferdinand, saat mengamati aksi Sancho bersama Borussia Dortmund di Liga Champions 2019.

"Tanpa gol, tetapi saya sudah melihat Jadon Sancho. Saya hanya senang bisa menontonnya. Saya sampai berdiri sambil berteriak dan menari.

Anak 18 tahun yang membuat para pemain Premier League berpengalaman ketakutan setengah mati. Saya menyukainya. Saya pikir dia akan menjadi pemain Inggris terbaik di tahun-tahun mendatang," kata Ferdinand saat menjadi pandit di BT Sport.

Meskipun demikian, isu kedisiplinan Sancho sempat disinggung oleh Direktur Olahraga Borussia Dortmund, Sebastian Kehl, setelah Sancho terlambat kembali dari tugas membela tim nasional.

"Seperti setiap pemain lainnya, dia harus tahu bahwa sehebat apa pun Anda, tetap ada batasnya," ujar Kehl.

Kehl menegaskan komitmen klub terhadap kedisiplinan seluruh anggota tim.

"Ada aturan yang berlaku untuk semua pemain di klub ini. Sepak bola adalah olahraga tim. Anda harus konsisten dan terkadang kami harus mengambil keputusan sulit demi kepentingan kelompok," tambah Kehl.

Meski sempat diminati klub luar Eropa seperti Istanbul Basaksehir dari Turki dan Al Rayyan dari Qatar, Sancho masih memprioritaskan untuk melanjutkan kariernya di salah satu dari lima liga top Eropa.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author