Militer Israel dan Yordania Cegat Rudal Iran di Aqaba
Pasukan militer Israel dan Yordania melakukan pencegatan terhadap rudal yang diluncurkan dari Iran menuju kota Aqaba di Yordania pada Minggu (10/7/2026). Insiden penembakan jatuh proyektil ini memicu pengaktifan sirene serangan udara di ibu kota Amman serta beberapa wilayah kerajaan lainnya.
Deteksi pergerakan rudal Iran yang mengarah ke Aqaba dilaporkan militer Israel beberapa menit sebelum tindakan pencegatan. Pihak militer juga memperingatkan potensi dampak puing-puing jatuhan proyektil ke wilayah kedaulatan Israel.
Satu proyektil berhasil dihalau operasi bersama, sementara militer Yordania melumpuhkan tiga rudal lainnya. Satu rudal Iran sisanya jatuh di area terpencil tanpa lokasi yang spesifik.
"Akibatnya, pecahan rudal pencegat ditemukan di area terbuka dekat kota Eilat. Tidak ada kerusakan atau korban luka yang dilaporkan," kata militer Israel, dilansir kantor berita AFP, Senin (20/7/2026).
Pencegatan peluncuran proyektil ini terjadi setelah perselisihan mengenai status evakuasi fasilitas vital di Aqaba. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Amman sempat mengeluarkan imbauan evakuasi Bandara Internasional dan Pelabuhan Aqaba akibat ancaman keamanan spesifik dan kredibel.
"Kami sangat menyarankan seluruh warga Amerika untuk tidak bepergian ke bandara maupun pelabuhan. Tetap ikuti seluruh arahan keamanan dari otoritas Yordania," tulis Kedubes AS di Amman.
Pihak otoritas Yordania dengan tegas menepis kabar adanya pengosongan area publik tersebut. Juru bicara pemerintah memastikan seluruh fasilitas penerbangan dan logistik laut tetap berfungsi sebagaimana mestinya.
"pihak berwenang belum mengeluarkan keputusan apa pun untuk mengevakuasi Bandara Aqaba atau pelabuhan, dan keduanya beroperasi normal" kata Juru bicara pemerintah Yordania, Mohammad al-Momani kepada AFP.
Ia juga menegaskan situasi keamanan nasional masih berada dalam kendali penuh tim pemantau.
"Tidak ada potensi ancaman yang tercatat oleh otoritas Yordania dalam beberapa jam terakhir," kata Al-Momani kepada Reuters.
Sektor operasional transportasi udara dan laut diklaim berada pada kondisi aman penuh.
"Bandara dan pelabuhan beroperasi secara normal," lanjutnya.
Eskalasi militer ini terikat dengan menguatnya gesekan antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Middle East. Pihak militer AS baru saja mengonfirmasi gugurnya dua personel dan hilangnya satu anggota pasukan akibat gempuran serangan Iran di Yordania pada Jumat sebelumnya.