Iran Protes Amerika Serikat Terkait Penolakan Visa Piala Dunia 2026
Pemerintah Iran melayangkan protes keras kepada Amerika Serikat menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026 akibat penolakan visa bagi sejumlah anggota delegasi Tim Nasional Iran. Ketegangan diplomatik ini memuncak menjelang laga perdana Iran di Los Angeles pada 15 Juni mendatang, sebagaimana dilansir dari Detik Travel pada Senin (8/6/2026).
Kekecewaan mendalam disampaikan oleh pihak Iran melalui Kedutaan Besarnya di Turki. Penolakan visa tersebut menyasar sebagian besar staf manajerial, eksekutif, serta beberapa penasihat teknis yang memegang peran krusial dalam struktur tim nasional.
Berdasarkan laporan media Iran yang mengutip BBC pada Senin (8/6/2026), minimal 15 pejabat federasi sepak bola termasuk ketua federasi dan direktur media dilarang memasuki wilayah Amerika Serikat. Selain masalah visa, Iran juga mempermasalahkan regulasi ketat yang mengharuskan skuad mereka masuk dan keluar dari wilayah AS pada hari yang sama dengan jadwal pertandingan.
Otoritas Tehran memandang pengumuman resmi dari Washington sebagai sebuah upaya manipulasi untuk menyembunyikan kondisi riil di lapangan. Dampak dari kebijakan ini dinilai telah mencederai sportivitas olahraga internasional secara langsung.
"Kini Anda telah meningkatkan perlakuan yang disengaja dan diskriminatif terhadap tim nasional sepak bola Iran ke tingkat yang paling tinggi," demikian pernyataan resmi Pemerintah Iran.
Merespons situasi tersebut, Federasi Sepak Bola Iran mendesak FIFA untuk segera mengintervensi demi menyelesaikan hambatan administratif ini. Di kubu berseberangan, Pemerintah Amerika Serikat tetap bergeming dengan keputusan pengetatan demi alasan keamanan nasional.
Otoritas Washington sebelumnya menegaskan bahwa seluruh pemain dan staf pendukung esensial sebenarnya telah diberikan izin masuk. Namun, mereka memberikan batasan ketat agar Iran tidak menyalahgunakan sistem tersebut untuk menyelundupkan teroris ke Amerika Serikat dengan dalih yang tidak benar.
Penyaringan ketat ini sejalan dengan arahan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, yang menyatakan bahwa delegasi Iran tidak boleh melibatkan individu yang memiliki afiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Penegasan mengenai aspek keselamatan ini kembali diperkuat oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS).
"Kami teguh dalam komitmen untuk menjaga keselamatan dan keamanan rakyat Amerika Serikat serta para pengunjung Piala Dunia FIFA 2026," kata DHS.