Iran Peringatkan Amerika Serikat Terkait Kesepakatan Komitmen Baru
Ketua Parlemen Iran Mohammad-Baqer Qalibaf memberikan peringatan keras kepada Amerika Serikat agar berkomitmen penuh terhadap potensi nota kesepahaman atau perjanjian baru dengan Republik Islam tersebut pada Sabtu (13/6/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan langsung oleh Qalibaf melalui sebuah tulisan yang diunggah di akun media sosial X pribadinya.
"Komitmen yang dibuat harus ditepati. Tidak ada jika, tidak ada tetapi, tidak ada alasan," tulis Qalibaf, Ketua Parlemen Iran.
Pihaknya menambahkan bahwa dalam kesepakatan yang akan datang, tidak ada pilihan lain bagi Amerika Serikat selain mematuhinya secara mutlak.
"Untuk kesepakatan yang akan datang, tidak ada cara lain. Anda menuai apa yang Anda tabur," tambah Qalibaf, Ketua Parlemen Iran.
Sementara itu, ketegangan lain juga terjadi di wilayah udara Laut Baltik pada Jumat (12/6) ketika militer Swedia mengerahkan dua jet tempur JAS 39 Gripen.
Langkah tersebut diambil otoritas Swedia untuk memotong jalur dua pesawat tempur milik Rusia yang terbang mendekati wilayah udara mereka.
"untuk menjaga keamanan di wilayah udara bersama," kata militer Swedia.
Di belahan Timur Tengah lainnya, situasi memanas setelah militer Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Lebanon selatan, termasuk desa Rihan dan Sujud di dekat Nabatieh pada Sabtu (13/6/2026).
Gempuran ini tetap terjadi meski kedua belah pihak tengah berada dalam masa gencatan senjata antara Israel dan kelompok militan Hizbullah.
Konflik internasional ini juga berimbas pada sektor olahraga, di mana permohonan visa Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina untuk memasuki Amerika Serikat dan Kanada guna menghadiri Piala Dunia resmi ditolak.
Jibril Rajoub menyatakan bahwa dirinya hanya bisa memasuki Meksiko untuk menghadiri upacara pembukaan di Mexico City sebelum laga tim tuan rumah melawan Afrika Selatan.
"Mereka tidak memberi saya visa untuk Amerika Serikat setelah saya mengajukan permohonan di Amman (ibu kota Yordania). Perilaku mereka sangat konyol," kata Jibril Rajoub, ketua sepak bola Palestina.
Pada perkembangan lain, Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) membantah keras kabar mengenai pengiriman dana sebesar US$3 miliar ke Iran demi menghentikan serangan di kawasan Teluk.
Kementerian Luar Negeri UEA menegaskan tuduhan pelepasan atau fasilitasi dana beku tersebut sepenuhnya tidak berdasar.