Iran Bahas Situasi Timur Tengah Pasca MoU Damai dengan Hamas

Share

Menteri Luar Negeri Iran melakukan komunikasi telepon dengan anggota biro politik Hamas Basem Naeem untuk membahas situasi terkini di kawasan Timur Tengah pada Rabu (24/6/2026). Langkah diplomasi tersebut dilakukan setelah adanya kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat pekan lalu, sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui laporan televisi pemerintah Iran.

Kesepakatan berupa nota kesepahaman (MoU) tersebut dirancang untuk menghentikan operasi militer secara permanen di seluruh lini, termasuk Lebanon, meskipun tidak menyebutkan wilayah Gaza secara spesifik. Hamas menyambut baik keputusan ini dan berharap perang yang telah menghancurkan Jalur Gaza selama lebih dari dua tahun dapat segera berakhir.

Hubungan antara Teheran dan Palestina memang telah lama terjalin erat, di mana dukungan terhadap perjuangan Palestina menjadi pilar kebijakan luar negeri Iran sejak Revolusi Islam 1979. Dalam panggilan telepon itu, pihak Iran kembali menegaskan komitmen diplomatiknya terhadap hak-hak masyarakat Palestina.

"menegaskan kembali dukungan berkelanjutan Republik Islam untuk Palestina dan perjuangan mereka yang adil, hingga hak-hak nasional mereka yang sah sepenuhnya terwujud" kata Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran.

Sebelum pembicaraan tersebut dilakukan, Araghchi mendampingi Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk melawat ke Pakistan pada Selasa (23/6/2026). Negara tetangga tersebut bertindak sebagai mediator resmi dalam memfasilitasi dialog damai antara pihak Teheran dan Washington.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author