Iran dan Amerika Serikat Sepakati Pembentukan Kelompok Kerja Nuklir
Negosiasi teknis antara delegasi Iran dan Amerika Serikat di Swiss telah resmi berakhir pada Selasa (23/6/2026). Pertemuan tersebut menghasilkan keputusan bersama untuk membentuk empat kelompok kerja guna membahas persoalan nuklir serta sanksi ekonomi, seperti dilansir dari Detikcom.
Pembentukan tim ahli tersebut diumumkan oleh perwakilan pemerintah Teheran setelah pembicaraan intensif selesai dilakukan. Kelompok kerja ini akan fokus pada beberapa sektor krusial demi meredakan ketegangan di antara kedua negara.
"memutuskan bahwa empat kelompok kerja akan dibentuk: Penghentian Sanksi, Urusan Nuklir, Rekonstruksi dan Pembangunan Ekonomi, serta Pemantauan dan Implementasi," kata Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran.
Selain kesepakatan kelompok kerja, perundingan ini juga menetapkan status pengelolaan wilayah strategis di kawasan Teluk. Jalur komunikasi baru akan dibangun untuk memastikan wilayah perairan tersebut tetap beroperasi di tengah situasi regional yang dinamis.
"Selat Hormuz tidak akan pernah kembali ke kondisi sebelum perang dan akan dikelola oleh Republik Islam Iran, sesuai dengan hukum internasional," kata Mohammad Bagher Ghalibaf, Kepala negosiator Iran.
Pencairan dana internasional milik Teheran yang sempat dibekukan senilai US$ 12 miliar atau sekitar Rp 214,2 triliun juga menjadi poin penting yang disepakati. Langkah finansial ini disahkan melalui penandatanganan nota kesepahaman teknis dalam rangkaian pertemuan tersebut.
Di sisi lain, Washington memberikan pernyataan tegas terkait implementasi hasil kesepakatan pasca-pertemuan di Swiss. Pemerintah Amerika Serikat menekankan pentingnya kepatuhan penuh dari pihak Teheran terhadap seluruh poin perjanjian yang telah ditandatangani.
"Jika Iran tidak memenuhi kesepakatan mereka, atau jika they tidak berperilaku baik, saya akan melakukan apa yang harus saya lakukan," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.