Iran Ancam Blokir Kapal Melintasi Selat Hormuz Respons Pernyataan Trump
Militer Iran mengancam bakal melarang kapal-kapal milik negara atau perusahaan melintasi Selat Hormuz jika mereka mendukung usulan Amerika Serikat untuk memanfaatkan aset Iran yang dibekukan, sebagaimana dilansir dari Detikcom, Selasa (28/7/2026).
Ancaman dari Teheran ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa seluruh kerusakan kapal atau kargo di kawasan Teluk akan ditanggung menggunakan dana simpanan Iran yang dikendalikan oleh AS.
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya selaku komando militer tertinggi Iran mengecam keras rencana yang disampaikan oleh Presiden AS tersebut.
"Kami menyatakan kepada semua perusahaan dan negara yang menyambut proposal Trump dan menggunakan aset Iran yang dibekukan… (bahwa) angkatan bersenjata Republik Islam Iran tidak akan mengizinkan kapal mereka untuk melintasi Selat Hormuz," ujar juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya.
Rencana Amerika Serikat untuk menyita dana simpanan tersebut sebelumnya disampaikan langsung oleh Trump melalui unggahan di media sosial Truth pada Jumat (24/7).
"Pernyataan ini dimaksudkan untuk menyatakan, hingga pemberitahuan lebih lanjut, bahwa mulai saat ini, semua kerusakan yang terjadi pada kapal, kargo, atau apa pun yang terkait dengannya, akan dibayar dengan uang Iran yang dimiliki dan dikendalikan oleh Amerika Serikat," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Meskipun Trump menegaskan kebijakan itu berlaku hingga pemberitahuan lebih lanjut, total nilai aset Iran terbekukan yang berada di berbagai jaringan keuangan global sampai saat ini belum dipastikan jumlahnya.
Ancaman blokade ini semakin memanaskan tensi geopolitik kedua negara, terutama terkait perselisihan kendali navigasi serta skema keamanan di jalur pelayaran vital pasokan energi dunia tersebut.
Otoritas Iran mengklaim pelayaran komersial di Selat Hormuz tetap dijamin aman selama setiap kapal mau berkoordinasi di bawah pengaturan maritim terbaru mereka. Teheran menegaskan akan terus memegang kendali atas jalur strategis itu demi menjaga keamanan jangka panjang kawasan.