IP Expo Indonesia 2026 Catat Pertumbuhan Skala Acara Hingga 40 Persen

Share

Penyelenggaraan IP Expo Indonesia 2026 di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski Jakarta pada 7-8 Mei 2026 berhasil mencatatkan pertumbuhan skala acara hingga 40 persen dibandingkan tahun lalu. Pameran kolaboratif ini mempertemukan para pemilik kekayaan intelektual, kreator, dan pelaku industri kreatif, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Ajang yang didukung sejumlah perusahaan seperti Djarum Foundation, BCA, iQIYI, Campus League, dan iForte ini menghadirkan 52 stan pameran dari berbagai sektor ekonomi kreatif. Pertumbuhan ini juga didukung keterlibatan 40 pembicara global serta lokal dalam sesi konferensi dari institusi ternama seperti Sanrio, Toei Animation, Sony Music Publishing Indonesia, Pelangi di Mars, dan Produksi Film Negara.

Country CEO dentsu Indonesia Elvira Jakub menegaskan bahwa kekayaan intelektual kini menjadi elemen krusial untuk membangun pertumbuhan merek dan memperkuat relevansi budaya di tengah dinamika audiens.

"Saat brand dan IP bertemu, kita tidak sekadar mengikuti tren. Kita sedang menciptakan gelombang pertumbuhan yang membawa brand menjadi relevan dan tak tergantikan. Di saat brand semakin mengandalkan budaya dan fandom untuk menonjol, IP Expo Indonesia 2026 hasil kemitraan kami dengan GDP Venture hadir sebagai titik temu krusial di mana IP bertransformasi dari aset menjadi keunggulan kompetitif," ucap Elvira.

Pihak penyelenggara menyatakan komitmennya untuk membantu para pelaku usaha dalam mengarahkan kompleksitas pasar demi mencapai hasil bisnis yang nyata. Dukungan terhadap integrasi ini juga disampaikan oleh pihak mitra penyelenggara.

"IP Expo Indonesia hadir sebagai wadah yang menyatukan elemen-elemen tersebut sekaligus mendorong terciptanya ekosistem IP yang lebih terkoneksi dan kolaboratif di Indonesia," jelas Eva Soputan, VP Business Development GDP Venture.

Eva menambahkan bahwa kekayaan intelektual saat ini berfungsi sebagai jembatan emosional yang menghubungkan merek dengan budaya serta audiens mereka. Sinergi ini dinilai mampu memberikan dampak positif bagi perluasan pasar.

"Kehadiran Sony Music Publishing Indonesia mendapat respons positif serta membuka peluang networking baru dengan berbagai pelaku industri yang memiliki kebutuhan musik dalam menjalankan bisnis mereka. Hubungan,Networking, dan semangat kolaborasi semakin kuat dibanding tahun sebelumnya," ujar Anti Ariandini, Director Sony Music Publishing Indonesia.

Anti menilai bahwa kegiatan tahunan ini menjadi titik temu strategis bagi berbagai pihak. Kehadiran perusahaannya dalam ajang tersebut sukses memanen respons positif dan membuka peluang jaringan kerja baru.

Ajang ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar yang menyatakan bahwa pameran tersebut mampu memberikan nilai ekonomi besar bagi industri kreatif lokal. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Analis Hukum Ahli Madya Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Wahyu Pramanto yang menekankan pentingnya perlindungan hukum bagi karya kreatif.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author