Investor Asing Borong Saham BBRI Meski IHSG Melemah Agustus 2026
Investor asing kembali memborong saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ketiga Agustus 2026, menurut data terbaru dari BNI Sekuritas per 18 Agustus 2026.
IHSG ditutup melemah 0,12 persen ke level 6.401 akibat sentimen pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang berada di Rp17.813. Volume perdagangan yang menurun juga menandakan sikap wait and see dari investor pasar modal. Yield obligasi pemerintah 10 tahun turun 23 basis poin ke 7,062.
Meski kondisi pasar cenderung sideways, investor asing melakukan aksi beli terbesar pada saham BBRI senilai Rp719 miliar, disusul oleh saham PT Timah Tbk (TINS) Rp244 miliar dan PT Barito Pacific Tbk (BREN) Rp163 miliar. Sementara itu, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi saham yang paling banyak dijual asing senilai Rp821 miliar.
Kevin J. Hutabarat, analis BNI Sekuritas, memproyeksikan IHSG masih bergerak sideways dengan potensi melemah dan menguji support di level 6.363 dan 6.039. Ia menyebut resistensi terdekat berada di 6.557 dan 6.838 jika ada sentimen positif.
"Pergerakan indeks diproyeksikan akan menguji area support pertama di level 6.363 serta batas support kedua yang berada lebih dalam di level 6.039. Apabila indeks mampu merespons sentimen positif dan berbalik arah, maka target resistensi terdekat berada di posisi 6.557, yang selanjutnya disusul oleh resistensi kedua di level 6.838," ujar Kevin.
JP Morgan menyatakan perbaikan signifikan di saham BBRI dan menaikkan rekomendasi dengan target harga Rp3.400 berdasarkan valuasi PBV wajar 1,2 kali dan ROE 17,4%. Mereka menilai banyak program pemerintah dan perbaikan internal menjadi katalis positif.
"Kini, masalah BBRI mulai diperbaiki, seiring perbaikan internal dan banyaknya program pemerintah yang menyasar masyarakat bawah," kata JP Morgan.
KB Valbury Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp4.010. Mereka menilai potensi pertumbuhan kredit lebih tinggi dari ekspektasi, penyesuaian imbal hasil kredit, dan penurunan cost of credit sebagai faktor pendorong.
Meski demikian, risiko tetap ada seperti pertumbuhan kredit yang lemah, rasio biaya terhadap pendapatan yang tinggi, serta sentimen negatif domestik dan tekanan nilai tukar rupiah.
Saham BBRI hari ini dibuka stagnan di harga Rp3.120 per lembar, dengan total nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp468 triliun. Saham ini tetap menjadi sorotan utama investor di tengah fluktuasi pasar saham domestik.