Influencer Sydney Towle Meninggal Dunia Akibat Kanker Saluran Empedu
Influencer TikTok asal Amerika Serikat, Sydney Towle, meninggal dunia pada usia 26 tahun di New York City setelah berjuang melawan kanker saluran empedu atau kolangiokarsinoma stadium empat selama hampir tiga tahun pada Rabu, 5 Agustus 2026. Keluarga mengumumkan kabar duka tersebut melalui media sosial pada Kamis, 6 Agustus 2026, setelah Sydney yang memiliki lebih dari satu juta pengikut di TikTok dipindahkan ke perawatan hospis beberapa hari sebelumnya. Sydney pertama kali didiagnosis mengidap kolangiokarsinoma, jenis kanker langka yang menyerang saluran sistem pencernaan, pada usia 23 tahun setelah merasak gumpalan dan rasa terbakar di perutnya.
Sebelum didiagnosis, lulusan Dartmouth College tersebut tinggal di Los Angeles untuk bekerja di bidang pemasaran jarak jauh sembari membagikan konten gaya hidup di media sosial.
Selama perawatan medis, Sydney membagikan perjalanan perawatannya, termasuk momen saat ia tampil sebagai model busana renang di Miami Swim Week 2026 dalam peragaan busana Post Swim x Chemo Club untuk penyintas kanker. Kanker yang diderita Sydney mengalami komplikasi hingga menyebar ke peritoneum pada Mei lalu, yang membuatnya disarankan menjalani perawatan akhir hayat sebelum akhirnya dialihkan ke dokter spesialis lain.
Keluarga mengonfirmasi kepergiannya melalui sebuah pernyataan resmi di akun media sosial sang influencer. "Syd pergi dengan damai tadi malam setelah pertempuran hampir tiga tahun melawan kolangiokarsinoma," kata Austin Towle, saudara laki-laki Sydney.
Keluarga menegaskan komitmen mereka untuk melanjutkan misi Sydney dalam menyebarkan kesadaran tentang penyakit langka tersebut. "Kami sangat bangga dengan betapa gigihnya Sydney berjuang dan membagikan perjalanannya kepada begitu banyak orang," ujar keluarga Sydney Towle. "Dia ingin meningkatkan kesadaran tentang kanker langka dan sangat bersemangat mempromosikan advokasi diri. Kami akan melanjutkan warisannya dan menghormatinya dengan segala cara yang kami bisa," kata keluarga Sydney Towle.
Saat berbicara mengenai momen-momen terakhir saudaranya, Austin mengungkapkan situasi emosional di ruang perawatan.
"Dia tidak menjadi sedih. Dia sangat damai. Dia seperti, 'OK, saya mengerti,'" kata Austin Towle, saudara laki-laki Sydney Towle.
Ia menceritakan kondisi fisik sang adik yang terus menurun menjelang akhir hayatnya. "Saya pikir dia sudah sangat lelah hingga titik itu sehingga memang begitulah adanya," ujar Austin Towle, saudara laki-laki Sydney Towle.
Austin menggambarkan keberadaan keluarga yang terus mendampinginya di rumah sakit.
"[Selama] beberapa hari terakhir, dia masih hidup, tetapi dia cukup koma," kata Austin Towle, saudara laki-laki Sydney Towle. Keluarga terus memberikan dukungan moral dengan menceritakan berbagai kenangan indah selama masa hidupnya.
"Tapi kami mengelilinginya dan menceritakan banyak kisah kepadanya, dan saya seperti, 'Berapa banyak orang yang bisa mengatakan mereka bertarung melawan kanker stadium empat sambil berjalan di atas catwalk?' Dia luar biasa," ujar Austin Towle, saudara laki-laki Sydney Towle. Austin menegaskan pentingnya pantang menyerah bagi siapapun yang sedang menghadapi masa-masa sulit.
"Dia terus berjuang. Jadi saya ingin orang-orang tahu bahwa ini tidak pernah selesai sampai benar-benar selesai," kata Austin Towle, saudara laki-laki Sydney Towle. Semangat pantang menyerah tersebut menjadi pesan utama yang ditinggalkan Sydney kepada publik.
"Jangan kehilangan harapan, apa pun yang terjadi. Dia tidak pernah menyerah. Secara harfiah tidak sampai dia secara fisik, mental, emosional—semuanya—tidak bisa lagi," ujar Austin Towle, saudara laki-laki Sydney Towle.
Keputusan pemindahan ke fasilitas hospis diambil demi memastikan kenyamanan Sydney di masa akhir hidupnya.
"Kondisinya sudah sedemikian lanjut sehingga tidak ada pilihan lain selain pergi ke hospis," kata Austin Towle, saudara laki-laki Sydney Towle. Semasa hidupnya, Sydney sempat menyampaikan pengalamannya berinteraksi dengan para pengikutnya di media sosial melalui wawancara media. "Dokter mengira saya terkena hernia, tetapi dia berkata, 'Saya akan mengirim Anda untuk USG, sekadar untuk memastikan,'" kata Sydney Towle, kreator konten TikTok.
Hasil pemeriksaan medis tersebut menjadi awal mula penemuan massa padat di organ dalamnya.
"Saya mendapat pemeriksaan USG, dan itu menunjukkan adanya massa padat," ujar Sydney Towle, kreator konten TikTok. Sydney juga kerap menanggapi komentar publik terkait keterbukaannya dalam membagikan proses pengobatan kanker.
"Saya bukan acara televisi yang Anda tonton, yang saya pikir orang-orang sangat sulit untuk memahaminya," kata Sydney Towle, kreator konten TikTok. Ia menegaskan keberadaannya di media sosial adalah sebagai manusia nyata yang sedang berjuang.
"Saya bukan karakter palsu. Saya adalah seorang manusia," ujar Sydney Towle, kreator konten TikTok. Melalui salah satu unggahan videonya, Sydney membagikan pesan penyemangat bagi para pengikutnya. "Ambillah satu pint Ben and Jerry's, tonton film favoritmu, ingatlah bahwa hidup itu baik dan hal-hal buruk terkadang terjadi tetapi itu tidak membuatnya menjadi hidup yang buruk," kata Sydney Towle, kreator konten TikTok.
Ia juga sempat menuliskan apresiasi atas dukungan rekan-rekannya dalam menggalang dana penelitian.
"Kaya dalam hidup karena teman-teman saya memilih untuk menghabiskan hari Sabtu dengan menggalang dana untuk penelitian kanker," ujar Sydney Towle, kreator konten TikTok. Sydney mengunggah foto dirinya sembari membagikan pandangannya tentang penerimaan diri terhadap kondisi tubuhnya pasca-operasi. "Saya baru belakangan ini mulai melihat ketangguhan dan keindahan dalam tubuh ini," kata Sydney Towle, kreator konten TikTok.
Unggahan tersebut memperlihatkan penerimaan dirinya terhadap bekas luka medis yang dimilikinya.
"Bekas luka yang mengingatkan saya seberapa jauh saya telah melangkah. Dan saya diingatkan bahwa mimpi hanya berakhir ketika Anda mengizinkannya," ujar Sydney Towle, kreator konten TikTok. Perwakilan Cholangiocarcinoma Foundation memberikan tanggapan atas dampak sosial yang dihadirkan Sydney selama masa hidupnya.
"Syd memiliki kepekaan yang tajam tentang bagaimana membagikan hidupnya dapat membantu orang lain, dan dia menggunakannya untuk mempromosikan pemahaman tentang orang dewasa muda yang menghadapi kanker, pentingnya pendanaan penelitian, dan keindahan menjalani hidup saat ini," kata Melinda Bachini, perwakilan Cholangiocarcinoma Foundation. Ungkapan duka cita turut disampaikan oleh berbagai kalangan publik figur di media sosial.
"Malaikat manis. Terbanglah yang tinggi," kata Alyssa Milano, aktris. Ia menyampaikan simpati dan doa bagi keluarga yang ditinggalkan.
"Mendoakan semua orang yang mencintainya. Dia benar-benar seseorang yang spesial," ujar Alyssa Milano, aktris.
Ribuan pesan duka terus mengalir di kolom komentar akun Instagram dan TikTok milik Sydney usai pengumuman tersebut.
"Anda adalah cahaya yang begitu terang dan akan selalu dirindukan," kata seorang netizen, pengguna Instagram. Pengikut lainnya menyampaikan rasa terima kasih atas inspirasi yang diberikan Sydney selama tiga tahun terakhir. "Betapa beruntungnya kita semua telah menemukan Anda di internet. Terima kasih telah membagikan diri Anda dan kisah Anda," ujar seorang netizen, pengguna Instagram.