Tim Bulu Tangkis Junior Indonesia Tumbangkan Korea Selatan 2-0

Share

Tim bulu tangkis junior Indonesia memetik kemenangan dominan atas Korea Selatan dengan skor akhir 2-0 pada laga pembuka babak penyisihan Grup D Kejuaraan Asia Junior 2026 di Yatsushiro City General Gymnasium, Kumamoto, Jepang, Jumat (26/6) pagi.

Skuad Merah Putih mengamankan poin penuh setelah memenangi dua set langsung melalui format baru sistem kompetisi relay point 55 angka, yakni dengan skor telak 55-24 pada set pertama dan 55-41 pada set kedua.

Sebelum memulai kompetisi krusial di grup yang juga dihuni oleh Macau China dan Malaysia tersebut, manajer tim Indonesia Eskar Denatara sempat memaparkan kondisi fisik para atlet yang terus membaik pasca-perjalanan jauh menuju Jepang sejak Rabu (24/6) malam.

“Jadi sore ini para atlet dalam kondisi yang semakin fit, memang belum 100% setelah perjalanan cukup panjang kemarin namun setelah conditioning pagi tadi, sekarang sudah kurang lebih 90%,” kata Eskar.

Eskar juga sempat menekankan pentingnya bagi para atlet untuk menikmati proses latihan awal demi mencapai performa puncak saat menghadapi sejarah pertemuan bulu tangkis yang kuat dari kubu Korea.

“Anak-anak sehat dengan suasana hati juga saya lihat begitu ceria. Ada tanggung jawab besar memang dan para atlet pun menyadari itu, yang terpenting adalah para atlet bisa menikmati proses latihan, menikmati hari pertama mereka di Yatsushiro. Mudah-mudahan besok kami bertanding di hari pertama semua sudah dalam peak performance,” lanjut Eskar.

Manajemen tim menegaskan bahwa segala kesiapan fisik, mental, hingga strategi taktis telah dimatangkan agar seluruh pemain bisa langsung tancap gas sejak pertandingan perdana dimulai.

“Menghadapi laga pertama melawan Korea, dari kedua negara memang sama-sama memiliki historis bulutangkis yang sama-sama bagus, yang artinya dari awal para atlet sudah sadar bahwa mereka menghadapi lawan yang tidak mudah,” tukas Eskar.

Pihak manajemen menaruh harapan besar agar hasil maksimal di laga pembuka ini bisa menjadi modal awal yang baik bagi langkah tim junior Indonesia di kejuaraan beregu ini.

“Kesiapan fisik, mental, taktik strategi itu sudah kami lakukan dengan sebaik mungkin. Yang pasti di match pertama besok kami berharap para atlet bisa mengeluarkan potensi terbaik mereka bahkan lebih, untuk memberikan awal yang baik di Kejuaraan Beregu Asia Junior kali ini,” harap Eskar.

Kesiapan bertanding juga ditekankan oleh kapten tim Indonesia Muhammad Rizki Mubarrok saat melakukan adaptasi lapangan dan mengatasi kendala teknis seperti kondisi pencahayaan serta embusan angin di arena.

“Latihan dari keseluruhan sudah bisa dibilang cukup siap buat hadapi pertandingan pertama besok. Tadi pagi sudah conditioning, sore ini jajal lapangan pertandingan untuk penyesuaian situasi,” ungkap Barrok.

Barrok menilai adaptasi cepat sangat krusial mengingat kondisi arena yang dinilai masih memiliki kendala pantulan cahaya.

“Di lapangan kondisinya masih agak silau, semoga besok sudah lebih baik. Selain itu, ada angin yang membuat gerakan shuttlecock sedikit tidak menentu. Kami harus bisa cepat beradaptasi dengan ini,” ujar Barrok.

Lebih lanjut, pemain spesialis ganda tersebut mengingatkan rekan-rekannya untuk langsung fokus sejak awal karena format baru ini menuntut tempo permainan yang cepat.

“Saya sudah pernah mencoba format relay point ini tahun lalu walaupun berbeda konsep dengan yang sekarang tapi intinya tetap sama, ini gim-gim pendek yang cepat jadi kami tidak bisa main santai. Masuk lapangan tidak boleh cari-cari, harus langsung in,” pungkas Barrok.

Kewaspadaan itu terbukti di lapangan saat Indonesia menurunkan Halifia Usni Pratiwi/Aurelia Syakira Putri, Mayla Cahya Afilian Pratiwi, Fardhan Rainanda Joe, Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani, dan Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono yang berhasil menyapu bersih set pertama 55-24.

Pada set kedua, posisi ganda putri diubah dengan kembali memasukkan Halifia/Aurelia untuk menggantikan Adelia Nirul M/Yasintha Ristyna Putri, yang sempat membuat Indonesia tertinggal 8-11 dari Kim Han Bi/Yeo Seo Young.

Kendati demikian, Indonesia langsung bangkit lewat performa Mayla yang membalikkan kedudukan menjadi 22-17, disusul poin dari Fardhan, Moses Andar Simanjuntak/Atresia, serta Joseph Marcellino Kyta/Anju Siahaan untuk mengunci kemenangan set kedua dengan skor 55-41.

“Di set satu, saya awal masuk lebih meningkatkan fokusnya main nothing to lose. Sudah masuk ke lapangan lebih fokus dan alhamdulillah bisa main enjoy. Di set dua, saya bertemu dengan lawan berbeda tapi saya lebih fokus menerapkan cara permainan yang kurang lebih sama,” kata Mayla.

Pemain Indonesia lainnya, Atresia, yang bermain dengan dua pasangan berbeda dalam dua set tersebut, turut membagikan strateginya dalam menghadapi perubahan pola permainan dari kubu lawan.

“Mungkin tadi lebih dari ke fokus, berani dan mencoba konsisten saja dari sayanya. Dan lebih yakin walau set satu dan set dua berbeda pasangan. Mereka juga kan ganti pemain putranya jadi pola-polanya berubah tapi bersyukur bisa mengatasinya,” ucap Atresia.

Setelah menyelesaikan laga perdana melawan Korea Selatan, tim junior Indonesia dijadwalkan melanjutkan perjuangan di babak penyisihan Grup D menghadapi Macau China pada Sabtu (27/6).

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author