India Siapkan Rp 158 Triliun untuk Pengeboran Migas Lepas Pantai
Pemerintah India menggelontorkan dana sebesar US$ 8,8 miliar atau setara Rp 158,65 triliun untuk melakukan eksplorasi minyak dan gas (migas) di kawasan lepas pantai. Dikutip dari Detik Finance, pengeluaran anggaran dalam jumlah besar ini ditujukan demi menekan ketergantungan negara terhadap impor energi dari luar negeri.
Langkah strategis tersebut dipicu oleh tingginya tingkat kebutuhan energi domestik. India tercatat memegang status sebagai importir minyak mentah terbesar ketiga di dunia, serta menempati posisi kedua terbesar untuk impor Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Ketergantungan tinggi pada rantai pasok global berisiko mengganggu ketahanan energi nasional. Kerentanan ini makin terasa saat terjadi kerawanan di Selat Hormuz akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Guna meredam resiko krisis, New Delhi sebelumnya telah memperluas jaringan pasokan minyak mentah hingga ke 41 negara. Beberapa produsen yang masuk dalam daftar kemitraan tersebut di antaranya Venezuela, Rusia, serta sejumlah negara Afrika.
Rencana eksplorasi yang ambisius ini diumumkan pada Jumat (31/7) setelah mengantongi persetujuan dari Perdana Menteri India, Narendra Modi. Pelaksanaan survei dan pengeboran bakal difokuskan pada area lepas pantai dalam yurisdiksi India yang diproyeksikan menyimpan cadangan migas potensial.
"Jika eksplorasi dilakukan dengan benar, India dapat mencapai produksi yang substansial," kata Menteri Informasi dan Penyiaran India, Ashwini Vaishnaw, dikutip dari CNA, Sabtu (1/8/2026).
Misi pemanfaatan potensi migas lepas pantai ini pernah disinggung oleh Perdana Menteri Narendra Modi dalam pidato Hari Kemerdekaan India pada Agustus tahun lalu. Selain itu, Menteri Perminyakan dan Gas Alam India, Hardeep Singh Puri, menegaskan bahwa krisis energi belakangan ini memicu pemerintah untuk segera memperkuat pasokan mandiri.
Di samping proyek eksplorasi bahan bakar fosil, pemerintah India secara paralel juga menggenjot perluasan pembangkit energi terbarukan. Target kapasitas tenaga surya ditetapkan bertambah 102 gigawatt dalam kurun lima tahun ke depan lewat pemasangan panel fotovoltaik di waduk, kanal, dan perairan industri.
Kapasitas terpasang energi surya di India saat ini sudah mencapai 162 gigawatt, menjadikan negara tersebut salah satu pemanfaat tenaga surya terbesar di dunia. Lonjakan konsumsi energi diperkirakan terus terjadi kendati pemerintah mempertahankan target netralitas karbon pada 2070.
"Program ini bertujuan untuk mencegah emisi CO2 sebesar 10 juta ton," kata Vaishnaw.