IMF Katrol Prospek Pertumbuhan Ekonomi Korea Selatan Jadi 2,6 Persen

Share

Prospek pertumbuhan ekonomi Korea Selatan mencatatkan peningkatan terbesar di antara 30 negara ekonomi utama dunia dalam estimasi terbaru Dana Moneter Internasional (IMF). Lonjakan ini memperkuat indikasi bahwa booming industri semikonduktor untuk kecerdasan buatan (AI) mampu meredam efek negatif dari konflik yang terjadi di Timur Tengah, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz. IMF menaikkan estimasi pertumbuhan ekonomi Korea Selatan untuk tahun 2026 menjadi 2,6 persen dari prediksi sebelumnya sebesar 1,9 persen pada April lalu.

Lembaga keuangan internasional tersebut juga mengatrol proyeksi pertumbuhan untuk tahun 2027 menjadi 2,5 persen dari perkiraan awal sebesar 2,1 persen.

Kuatnya permintaan eksternal terhadap komoditas semikonduktor dinilai mampu mengompensasi dampak buruk peperangan. Kondisi ini menempatkan Korea Selatan dalam jajaran empat besar eksportir bersih perangkat keras AI global bersama Taiwan, Thailand, dan Malaysia.

Revisi positif dari IMF ini sejalan dengan kebijakan Bank of Korea (BOK) yang telah menaikkan proyeksi pertumbuhan tahun 2026 menjadi 2,6 persen dari angka 2 persen pada Mei lalu. Bank sentral Korea Selatan tersebut menyatakan bahwa pengiriman chip yang melampaui estimasi, stimulus fiskal, dan gairah pasar saham menjadi pendorong utama.

Faktor-faktor positif tersebut dinilai mampu meredam tekanan akibat kenaikan harga energi global. Prospek ekonomi yang kian kuat dari IMF kini menjadi fondasi bagi bank sentral untuk mengarahkan kebijakan moneter ke arah yang lebih ketat atau hawkish. Para pengambil kebijakan berargumen bahwa pertumbuhan yang kokoh, tekanan inflasi yang persisten, pelemahan nilai tukar won, serta risiko stabilitas keuangan memerlukan respons kebijakan serupa.

Sejumlah ekonom memprediksi bank sentral akan mengerek suku bunga acuan menjadi 2,75 persen dalam rapat kebijakan pada 16 Juli mendatang.

Berdasarkan data IMF, ekonomi Korea Selatan melonjak 7,5 persen secara tahunan pada kuartal pertama. Capaian tersebut melampaui prediksi awal IMF yang hanya mematok angka 1,8 persen pada April, didorong oleh kuatnya pengiriman chip dan perangkat keras AI.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author