IHSG Sesi I Menguat ke Level 6.482 Pada 18 Agustus 2026

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup menguat 1,25 persen ke level 6.482,57 pada akhir perdagangan Sesi I, Selasa (18/8/2026). Penguatan terjadi di tengah kecermatan pelaku pasar terhadap sentimen domestik dan eksternal.

Berdasarkan data Stockbit, IHSG konsisten bergerak di zona hijau sejak dibuka menguat 46,94 poin atau 0,73 persen di level 6.448,83. Total nilai transaksi Sesi I mencapai Rp8,18 triliun dengan volume 19,97 miliar saham dan frekuensi 1,33 juta kali.

Penguatan ini melanjutkan tren positif perdagangan Jumat (14/8/2026), saat IHSG melonjak 1,59 persen ke posisi 6.401,89. Sektor kesehatan naik 3,09 persen, properti 2,99 persen, dan energi 2,66 persen menjadi penopang utama indeks meski investor asing membukukan penjualan bersih Rp1,03 triliun.

Penggerak utama IHSG sebelumnya meliputi MDKA yang melesat 3,94 persen ke Rp2.900, TLKM naik 1,16 persen ke Rp2.620, dan BMRI terangkat 0,97 persen ke Rp4.170. Sementara itu, nilai tukar rupiah menguat 45 poin ke posisi Rp17.825 per dolar AS.

Head of Research & Education Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menilai laju indeks secara teknikal menunjukkan indikator positif.

"Secara teknikal, indikator Stochastic RSI membentuk Golden Cross di pivot area serta terjadi pelebaran histogram positif MACD," tulis Valdy Kurniawan dalam risetnya.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menambahkan bahwa pergerakan pasar turut dipengaruhi agenda ekonomi global.

"Dari Eropa, investor menantikan data CPI, PMI Manufacturing, Services, dan Composite. Sementara dari China akan ada rilis data retail sales dan industrial production," kata Maximilianus Nico Demus.

Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyoroti fokus pelaku pasar pada kebijakan moneter dalam negeri dan penyesuaian portofolio asing.

"Pertama, investor akan menanti BI Rate yang akan berlangsung pekan ini, di mana diperkirakan bank sentral Indonesia itu masih akan bertahan pada level 5,75%," jelas Herditya Wicaksana.

Lembaga pemeringkat MSCI sebelumnya mengeluarkan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dari MSCI Global Standard Indexes pada evaluasi 12 Agustus 2025. Aliran dana asing mencatatkan net sell akumulatif sebesar Rp1,58 triliun dalam sepekan terakhir.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata memetakan area krusial pergerakan IHSG dari sisi teknikal.

"Apabila IHSG mampu bertahan di atas 6.377, penguatan berpotensi berlanjut menuju 6.454, kemudian 6.500-6.600 sebagai resistance berikutnya. Sebaliknya, apabila terjadi koreksi dan IHSG gagal mempertahankan area 6.377, indeks berpotensi menguji level 6.324, dengan support berikutnya di 6.275-6.266," ujar Liza Camelia Suryanata.

Pasar merespons positif pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto terkait RAPBN 2027 yang menargetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen, inflasi 2,5 persen, dan target investasi Rp2.322 triliun. Pelaku pasar juga mencermati Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 18–19 Agustus 2026 serta rilis data utang luar negeri dan likuiditas M2.

Dari pasar global, risalah FOMC Juli 2026 menjadi perhatian di tengah estimasi probabilitas 67 persen bahwa suku bunga The Fed tetap bertahan. Di sisi lain, harga minyak mentah WTI naik ke US$84,5 per barel dan Brent ke US$90,9 per barel akibat berlanjutnya ketegangan di Timur Tengah.

Liza Camelia Suryanata menambahkan dinamika sentimen moneter AS yang perlu diperhatikan investor.

"Risalah FOMC Juli akan menjadi perhatian utama untuk melihat arah kebijakan moneter berikutnya," ujar Liza Camelia Suryanata.

Sejumlah saham pencetak kenaikan tertinggi (top gainers) Sesi I antara lain PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) yang melonjak 24,88 persen ke Rp2.510 dan PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) naik 24,58 persen ke Rp1.495. Sebaliknya, top losers dipimpin PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) yang anjlok 15 persen ke Rp3.060.

Mayoritas bursa regional Asia melemah pada Selasa siang, di antaranya Nikkei 225 Jepang turun 2,02 persen ke 67.831, Hang Seng Hong Kong berkurang 0,82 persen ke 25.247, dan Straits Times Singapura tergerus 1,21 persen ke 5.699,02.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author