IHSG Merosot 1,88 Persen Sambil Diwarnai Aksi Jual Bersih Asing

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (24/7) di posisi 6.196,43 setelah meluncur sebesar 1,88 persen. Pelemahan ini terjadi seiring masih tingginya tekanan jual pada pasar saham dalam negeri, dilansir dari Detik Finance. Tekanan terhadap indeks makin terasa akibat aksi jual bersih (net sell) investor asing yang menembus Rp1,25 triliun di pasar reguler dan Rp1,36 triliun di keseluruhan pasar.

Dalam rentang sepekan, dana asing keluar mencapai Rp3,37 triliun di tengah gejolak harga minyak dan tekanan rupiah. Seluruh sektor saham mencatatkan pelepasan, dengan sektor barang konsumsi siklikal memimpin penurunan hingga 3,04 persen. Sementara itu, instrumen ETF EIDO melemah 1,13 persen dan indeks MSCI Indonesia terkoreksi 1,52 persen.

Pergerakan saham pemberat IHSG dipimpin oleh BMRI yang merosot 5,71 persen, AMMN tergerus 4,27 persen, serta BUMI yang jatuh 6,56 persen. Di sisi lain, laju penurunan ditahan oleh kenaikan BULL sebesar 12,31 persen, MPRO sebesar 3,96 persen, dan MORA sebesar 3,94 persen.

Dari pasar internasional, bursa Saham Amerika Serikat ditutup bervariasi. Indeks Dow Jones menguat 0,46 persen menuju 51.947 dan S&P 500 naik tipis 0,05 persen ke 7.411, sedangkan Nasdaq tertekan 0,64 persen ke posisi 24.975. Di tengah dinamika pasar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) telah menandatangani Completion and Project Acceptance Certificate (PAC) untuk smelter tembaga di Sumbawa Barat. Penandatanganan tersebut meresmikan fase operasi komersial jangka panjang fasilitas pengolahan grup AMMN.

Fasilitas berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikelola PT Amman Mineral Industri (AMIN) ini dirancang memproses 900 ribu metrik ton konsentrat tembaga per tahun. Sumber bahan baku berasal dari tambang Batu Hijau dan tambang Elang di masa mendatang. Kapasitas produksi tahunan smelter ini ditargetkan menghasilkan 220 ribu ton katoda tembaga dan 830 ribu ton asam sulfat. Fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) miliknya juga memurnikan hingga 579 ribu ons emas murni, 1,8 juta ons perak murni, serta 77 ton selenium per tahun.

Penyelesaian PAC memperkokoh integrasi operasional AMMN dari penambangan hingga pengolahan logam. Sebelumnya, entitas ini telah mencetak katoda tembaga perdana pada Maret 2025 dan emas murni pertama pada Juli 2025. Sementara itu, PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) membentuk perusahaan patungan bernama Tempo CTTQ Biopharmaceutical Indonesia (TCBI) bersama Chia Tai Tianqing Pharmaceutical Group (CTTQ), anak usaha Sino Biopharmaceutical dari China.

Sino Biopharmaceutical menguasai 51 persen saham dan TSPC memegang 49 persen. Kemitraan ini berfokus pada transfer teknologi farmasi untuk memperkuat segmen specialty pharmaceutical serta mendukung pengembangan fasilitas biofarmasi domestik. Langkah strategis ini berlangsung saat pendapatan TSPC kuartal I-2026 tumbuh 4,12 persen secara tahunan menjadi Rp3,41 triliun.

Pendapatan TSPC disokong segmen produk konsumen dan kosmetik senilai Rp1,22 triliun, farmasi Rp1,10 triliun, dan jasa distribusi Rp1,09 triliun. Namun, laba bersih TSPC tercatat sebesar Rp351,81 miliar, turun dibandingkan Rp409,22 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada segmen infrastruktur digital, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) membukukan pendapatan Rp1,78 triliun pada semester I-2026, melonjak 33,23 persen dari Rp1,33 triliun pada tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan turut terkatrol 18,74 persen menjadi Rp732,53 miliar. Jasa kolokasi dari fasilitas pusat data grup di kawasan Bekasi menjadi kontributor utama dengan menyumbang Rp1,67 triliun. Guna memperluas kapasitas, DCII menyelesaikan proyek pusat data JK6 fase 3 hingga 5 yang telah mencapai progres 80 persen dan siap beroperasi tahun ini, disusul pembangunan tahap awal JK7 dan JK8.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: emiten ihsg rekap bursa
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author